Top 7 Festival Berbahaya Tapi Endingnya Lucu Konyol

Beberapa tradisi, kebiasaan di seluruh dunia masih rutin dilestarikan dalam bentuk festival. Beberapa festival di antaranya dikelompokkan sebagai festival gokil, berbahaya, gila tapi ada lucu dan konyol juga ^ ^. Padahal itu selalu atau paling tidak sering memakan korban jiwa, tapi mereka belum kapok. Barangkali terasa sepi, hampa, monoton, bosan tanpa keberadaan festival rutin. Berikut hanyalah top 7 festival dari beberapa negara.

1. Bayi Dijatuhkan dari Tempat Tinggi di India
Penduduk di kota Solapur di India barat berbaris untuk menjatuhkan bayi mereka dari menara 15 meter di sebuah kuil, sebelumnya kain lembaran putih lebar digelar mendatar dengan dipegang oleh lengan mengacung beberapa orang kuat untuk menerima bayi.

festival menjatuhkan bayi
festival menjatuhkan bayi

Festival yang telah berlangsung selama lebih dari setengah milenium, diyakini membuat anak-anak tumbuh sehat dan kuat. Mereka menjaga sehingga tidak pernah ada cedera selama ritual ini yang telah berlangsung selama lebih dari 500 tahun.

2. Gurning Festival
Gurning festival adalah kompetisi di mana peserta menarik raut wajah mereka dengan ekspresi wajah yang lucu, kompetisi ini diadakan di daerah pedesaan Inggris dan menjadi tradisi hingga sekarang. Penduduk Inggris yang dapat membuat ekspresi Gurning terbaik dinyatakan sebagai pemenang. Seorang pria Inggris bernama Jackman memenangkan empat kali Kejuaraan Gurning Dunia yang diadakan di Egremont, Inggris.

gurning
gurning

Di Blighty tua (di Inggris) ada acara kompetitif menarik wajah. Dalam kontes pedesaan kuno ini, pesaing harus mengenakan kerah kuda seperti ban dalam agak berisi udara atau ‘braffin’ dan memutar-mutar raut wajah mereka dengan cara yang paling membingungkan.

3. Mengejar Keju di Gloucester, Inggris
Mungkin salah satu tradisi yang paling aneh, Cooper’s Hill Cheese Rolling. Beberapa keju bundar dilepas menuruni bukit, satu detik kemudian orang-orang yang sudah bersiap di garis start harus mengejar mereka dan menangkap, siapa yang berhasil menangkap pada posisi terdekat dari start adalah pemenangnya.

festival keju gelinding
festival keju gelinding

Meskipun belum ada yang pernah mati karena mengejar segulung keju menuruni bukit, banyak yang terkilir pergelangan kaki, melukai punggung mereka, patah tulang, atau mengalami gegar otak. Festival ini terhitung sudah berlangsung dalam 200 tahun.

4. Gigitan Semut Peluru Satere-Mawe
The Satere-Mawe adalah suku Indian asli mereka tinggal di Amazon, di suku ini mereka memiliki tradisi bahwa ketika seorang pemuda memasuki kedewasaan dia harus mengenakan sarung tangan yang penuh semut peluru (satere-mawe).

semut peluru satere mawe
semut peluru satere mawe

Ketika para pria memakai sarung tangan ini, semut terbangun dan menggigit di tangannya yang harus dia pakai selama sepuluh menit. Gigitan semut peluru lebih menyakitkan daripada kebanyakan sengatan serangga lainnya di bumi. Dikatakan bahwa itu harus diulang beberapa kali dalam setahun.

5. Menyelam ke Danau Luas Dalam Dingin di Rusia
Di Rusia pada hari awal tahun baru, penyelam dari segala penjuru terjun ke danau terdalam di dunia, serta cadangan air tawar, Baikal. Padahal danau Baikal berisi air yang sangat dingin permukaannya tertutup lapisan es. Danau Baikal jauh lebih luas dari Danau Toba dan kedalaman, jadi dengan alat deteksi kedalaman perairan mereka menemukan dasar terendah untuk memulai. Lapisan es dilubangi lalu beberapa di anatar mereka menyelam sejauh 40 meter ke bawah harus membawa pohon tertentu dari dasar danau. Setelah pohon ditanam, para penyelam menari di sekitarnya.

festival danau baikal
festival danau baikal

Tradisi ini telah dilakukan sejak tahun 1982, dan meskipun tidak terdengar terlalu berbahaya, perlu diingat bahwa danau ini adalah danau terdalam di dunia dan penyelam harus berenang dengan lebih dari 100 kg peralatan.

6. Banteng Berlari Melewati Lintasan di Pamplona, Spanyol
Sebenarnya ini festival bodoh. Semua orang berkerumun membentuk lintasan berlika-liku lumayan panjang sempit tapi masih bisa dilalui seekor banteng. Banteng dilepas dan harus melewati lintasan yang dibentuk oleh kerumunan orang itu sampai keluar di garis finish. Orang-orang harus mematung di posisi masing-masing lintasan, tapi jika darurat mereka boleh memecah, memisahkan diri. Padahal banteng akan menanduk mereka yang memakai baju merah. Jadi jangan mau berdekatan dengan orang BERBAJU MERAH saat festival ini berlangsung.

festival banteng
festival banteng

Ini adalah festival sembilan hari yang berlangsung di San Fermín, Pamplona di Spanyol, yang telah berlangsung sejak tahun 1910. Kegiatan ini melibatkan lembu jantan yang berlari melalui jalan sementara orang-orang berkerumun. Dikatakan bahwa 200-300 orang terluka setiap tahun, sebagian besar ditanduk atau diinjak-injak.

SP0NS0R:

7. Peloncoan Maba
Peloncoan bukan hanya terjadi di Indonesia, malah senior atau mahasiswa lama boleh dibilang meniru kebiasaan buruk ini dari univ di luar negeri. Terlepas dari kenyataan bahwa perpeloncoan dilarang dan disanggah di setiap kampus, peloncoan juga terjadi di sebagian besar klub sosial, budaya, dan akademis targetnya para pendatang baru. Peloncoan tertinggi terjadi di antara klub-klub yang berurusan dengan atletik (organisasi yang condong pada kekuatan fisik dari pada berfikir). Kini masih ada peloncoan maba di Indonesia, tapi berubah dari dulunya kental berisi kekerasan kini berisi lucu, konyol, tapi hendaknya tidak malah kebablasan mempermalukan dan kesan membodohi peserta. Jadi peloncoan nyaris dihapuskan diubah perkenalan yang mendidik atau memberi pengetahuan supaya peserta bersikap lebih dewasa atau tidak membawa sifat kekanak-kanakan dari masa sebelumnya.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.