Segitiga Bermuda Kuliner di Indonesia

Judul yang Ke-1 angkat sebenarnya tidak alay, Ke-1 cari judul apa yang tepat untuk menggambarkan fenomena yang dipaparkan di bawah ini. Ternyata judul ini adalah yang paling tepat. Trend jualan di dunia nyata lumayan banyak berubah, kesetimbangan berubah-ubah tergantung di mana tempat orang-orang potensial berkumpul. Berdagang kuliner terenak di Indonesia belum tentu laris walaupun kalian membuka usaha kuliner di toko di depan jalan raya. Kita sering membaca berita di youtube, media sosial atau situs portal berita ada pedagang kaki lima yang penghasilannya beberapa kali di atas UMR sejabodetabek. Pasalnya mereka berjualan di titik kumpul yang tepat dan waktu yang tepat.

Sudah baca pos ’10 Makanan Terenak Di Indonesia Kata Orang Luar Negeri’? Setalah membacanya kalian akan tahu cikal bakal pos ini diterbitkan. Ternyata kebanyakan makanan terenak di Indonesia diperkenalkan oleh mereka yang menjual kuliner Indonesia dengan gerobak. Rendang dan nasi uduk memang tidak biasa didagangkan dengan gerobak. Sate dan nasi goreng memang sering dijual dengan gerobak, tapi mereka biasanya hanya laku di malam hari, nokturnal. Tapi tiga makanan, tukang bakso, somay dan mie ayam kelayaban sejak pagi sampai malam mungkin sampai ketemu wewe gombel atau kuntilanak baru puas pulang. Tapi ‘segitiga bermuda’ yang Ke-1 bawakan ini tidak ada hubungannya dengan kisah misteri atau pengalaman gaib mereka selama berdagang.

Ini adalah hasil pengamatan Ke-1.com tentang mereka, tanpa kalian komentar di bawah tentang kebenaran di bawah ini mungkin hasil pengamatan tidak 100% benar. Ke-1 ambil lokasi sampel di BKT Banjir Kanal Timur perbatasan Jakarta Utara Cilincing Rorotan dan Bekasi Utara Medan Satria Harapan Indah, selama beberapa tahun baru-baru ini di sisi barat BKT, ada dua jalanan di beton, satu jalan berada tepat di sisi barat adalah jalan utama kendaraan bermotor dan sepeda, satu lagi di seberang jalanan terbengkalai sehingga menjadi tempat berkumpul pejalan kaki untuk menikmati pemandangan sekitar yang masih sawah dan perumahan minim polusi.

Kalian tidak perlu membayangkan sketsa BKT, kecuali kalian mau melihat di gmap, g-earth atau berkunjung langsung ke BKT. Ya BKT sepi di hari weekday, tapi di hari weekend itupun sore sampai maghrib adalah tempat berkumpulnya keluarga yang piknik akhir pekan, keramaian memuncak pada hari sabtu. Sering kali jika hari jumat jatuh pada tanggal merah maka, ketiga hari jumat, sabtu dan minggu adalah waktu yang cocok untuk para pedagang kuliner terenak indonesia gerobakan mangkal. Banyak pedagang yang mangkal di area BKT silih berganti. Namun yang paling larislah yang akan bertahan, banyak di antara mereka hengkang karena kulinernya tidak laku padahal banyak keluarga duduk di atas tikar yang disediakan pedangang minuman bubuk berpiknik.

Mereka pembeli hanya suka makanan yang dimasak mendadak masih hangat. Jangan coba-coba menjual makanan sudah matang di tempat rekreasi umum seperti BKT bisa jadi tidak laku atau kalian mesti bersusah-payah ngider dagangan dan bertahanlah untuk mendapat penolakan, syukur kalau berhasil habis. Di pertama kali kalian jualan mungkin berhasil habis karena mungkin para pembeli menganggap kuliner Anda baru dan tidak ada yang menyamai. Kalau kalian bertahan menjual makanan matang lagi, entah bagaimana akibat selanjutnya. Jadi kalau kalian jualan ngampar di tempat keramaian umum, kalian mesti bawa perlengkapan memasak yaitu kompor, gas lpg setabung, wajan dll dan bahan kuliner setengah matang, yang cepat dimasak atau dihanyatkan supaya para pemesan tidak lama menunggu, kecuali kurang dari lima menit.

segitiga bermuda
segitiga bermuda di indonesia

Dibanding segala kuliner Indonesia yang disebut kaki lima ternyata ada tiga yang patut diwaspadai, karena peran penting mereka yang terkenal di masyarakat, akibatnya mereka pedagang kuliner yang belum ternama atau bukan jajanan terbiasa di kalangan masyarakat siap-siap kedepak bisa sampai gigit jari. Ke-1 memperhatikan ternyata, jika ada penjual makanan lain berada di sisi atau diapit pedagang bakso, somay, mie ayam maka dagangan mereka kurang laku bahkan tidak laku sama sekali. Apalagi ketika ketiga kuliner tersebut berdekatan bagaikan segitiga bermuda yang istilahnya siap menyerap uang orang-orang yang sedang piknik sedangkan bakul kuliner lain tidak banyak kebagian menyerap uang. Pasalnya keluarga yang hendak piknik biasanya akan mengambil tempat tutuk ditikar tidak jauh dari gerobak ketiga kuliner tersebut. Ditambah lagi dukungan para penjual minuman bubuk yang sengaja menyediakan tikar untuk pengunjung dekat dengan ketiga kuliner sehingga terwujud simbiosis mutualisme.
kuliner di indonesia
kuliner di indonesia

Ke-1 mengamati pertama, seorang penjual takoyaki ga laku sama sekali persis di samping somay dan apit oleh gerobak mie ayam, tidak jauh dari mereka ada pedagang bakso, somay laris manis, takoyaki ngembrek, akhirnya abang takoyaki hengkang dengan wajah melas. Kedua, bakso bakar harga seceng dapat, tapi bakso tulen atau bakso rebus ceban harganya. Tetap lebih laris bakso tulen dari pada bakso bakar. Abang bakso bakar ini termasuk yang paling betah harus bertanding melawan bakso tulen, somay dan mie ayam, parahnya dia jualan di seberang jalan di samping pagar besi batas jalan setamak BKT dengan perumahan di mana tidak ada tikar untuk pengunjung duduk piknik, Justru tikar yang disediakan penjual minuman digelar di dekat ketiga kuliner, greget si tukang bakso bakar.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.