Pertanyaan Tersulit Dijawab Anak Kos Makanan Anak Kos Selama Bulan Puasa

Turut berduka-lara dan berkabung atas melemahnya lagi rupiah IDR terhadap USD dengan kurs USD1 setara IDR14k. Diduga kebiasaan ekspor lebih lemah dari maraknya kebiasaan import di Indonesia dengan kata lain, jujur saja bertambah dan berkembangnya marketplace di Indonesia yang beberapa diantaranya didanai oleh asing sebagai investor membuat kebiasaan import barang-barang elektronik di Indonesia terus meningkat selama para pemegang kebijakan di Indonesia belum merangkul para sarjana teknik untuk membuat produk elektronik tandingan. Tapi Cepuluh bukan ingin memperdalam topik tersebut melainkan paragram tersebut untuk cikal bakal menjawab dan menjelaskan pertanyaan tersulit untuk dijawab anak kos edisi menjelang lebaran yang akan dituliskan pertanyaannya di bawah.

Banyak yang bilang dari mulut ke mulut atau catatan sejarah berupa prasasti medsos, di dalam kitab fesbuk dan lain tertulis anak kos sering memiliki masalah di sisi percintaan alias selain jomblo, salah satu masalah yang sering digembar-gemborkan adalah masalah gizi dan nutrisi harian terutama di akhir bulan sebelum kiriman uang terbaru tiba, itu khusus mereka yang mahasiswa atau orang baru mau melamar kerja masih menunggu kiriman uang dari orangtua atau kakak. Di saat itulah nutrisi utama anak kosan yang diduga menjadi salah satu hidangan mewah masakan sendiri adalah sebungkus mie instan dan sebutir telur ayam negeri spesial pakai nasi semangkok.

anak kos makan mie instan
anak kos makan mie instan

Tidak banyak makanan yang dapat dimasak sendiri oleh anak kosan, bukan karena mereka kurang bisa masak atau pengetahuan mereka sebagai chef kurang akan tetapi rule-restriction yang mana ibu kos biasanya melarang para anak kost atau penyewa kos memasak sendiri makanannya menggunakan kompor gas maupun minyak yang sudah langka. Jadi mereka yang punya bajet hasil kerja atau sudah bekerja sebagai buruh, pedang, karyawan maupun pegawai negeri lebih memilih membeli lauk pauk dari wateg atau restosederhana untuk dimakan dengan nasi hangat dari beras yang dikukus ricecooker pribadi. Anak kosan yang masih menunggu kiriman, persediaan uang menipis menjadikan mie instan kuah spesial pakai telur gak pakai ayam sebagai pilihan mereka di tanggal tua.

Menjelang bulan puasa Ramadhan tepatnya di dalam Sya’ban ada bahan makanan yang naik setiap tahunnya dan akan turun lagi setelah bulan puasa, biasanya tren naik walaupun orang awam yang kurang jeli merasa harga hanya naik-turun padahal naiknya tinggi dan turunnya tidak sama atau tidak seberapa atau rafiknya di bawah. Entah menyesuaikan inflasi atau melemahnya IDR terhadap USD, namun itu kebiasaan tahunan di Indonesia. Persentase naiknya telur ayam negri cukup besar bisa 33% 1-2 bulan sebelum bulan puasa dan turunnya paling hanya 20-an%. Jadi naiknya bisa goceng per kg. Sementara itu harga mie instan kalaupun naik tidak begitu tinggi paling masih di bawah gope per bungkus bahkan rata-rata kenaikan paling cepe per bungkus jika kalian beli sekardus isi 40 picis. Harga beras juga naik tapi agak jauh sebelum bulan puasa sekitar pertengahan tahun, naiknya masih lebih kalem dari pada telur, tapi lebih lumayan dibanding sebungkus mie instan, kenaikan beras seceng per liter. Setelah harga telur naik drastis dan kenaikan seliter beras pera cukup diperhitungkan, inilah salah satu pertanyaan yang paling sulit dijawab anak kosan.

harga telur naik
harga telur naik

Pilih makan nasi pakai mie instan ATAU makan nasi pakai telur? Tidak bisa makan nasi spesial pakai mie instan dan telur sekaligus karena masih seminggu perlu berhemat sebelum menerima uang kiriman dari wali, orangtua atau kakak.

Itu pertanyaan pelik yang seakan tidak pernah bisa dijawab anak kosan. Makan nasi pakai mie instan dan telur sudah menjadi kebiasaan anak kos, namun kalau tidak lengkap akan membuat mereka gelisah dan agak putus asa padahal di hari-hari sebelumnya mereka bisa makan itu, mengapa mulai hari ini sampai seminggu kedepan tidak bisa menjelang bulan puasa sehingga tidak sedikit dari mereka nekat dan berusaha hemat atau menekan pengeluaran lain selain makanan spesial tersebut.

mie pakai telur
mie pakai telur

Ngomong-ngomong mie instan brand terkenal di masyarakan yang sudah go inter alias diekspor dari indonesia dijual keluar negeri kita dengar di ataranya ‘indomie’ dan ‘supermie’, tapi yang sering kita jumpai di web english lebih banyak menyebut ‘indomie’. Harga indomie di Indonesia sekitar IDR2250 per bungkus sementara di warung rentangnya IDR2500-3000 harga yang kurang lebih sama dengan supermie atau brand lain yang porsinya kurang lebih sama. Sedangkan harga indomie di luar negeri Indomie Instant Noodles Soup Special Chicken Flavor for 1 Case (30 Bags) harga USD17,03 dan USD0,5677 per bungkus atau IDR8k per bungkur dengan kurs USD1=IDR14k dijual oleh wilde cats di Amazon setelah cepuluh memfilter harga termurah ke mahal, fantastik.

Apakah mayoritas pendapatan Indonesia dari aktivitas eksport terutama makanan ternyata mie instan? Bisa jadi! Pendapatan di sini bukan sekedar pajak, bea cukai atau segala pendapatan yang masuk ke pemerintah akan tetapi juga masuk ke karyawan atau buruh perusahaan mie instan maupun uang produksi atau mie instan masal maupun uang yang dibelanjakan pengusaha mie instan di Indonesia, apa itu yang disebut devisa? Bisa jadi nilai eksport mie instan lebih banyak dari pada garment atau fashion atau sandang? Pertanyaan itu perlu dijawab ahlinya, bukan Cepuluh atau kalian tulis opini komen di bawah. Jadi inflasi bisa di tahan kalau Indonesia masih bisa ekspor sama atau lebih besar dari aktivitas import. Tapi sayangnya barang yang sering diimport malah barang mahal yang menggiurkan seperti elektronik walaupun mie instan yang diekspor adalah makanan menggiurkan dan konsumsi rutin tapi bukanlah barang yang harganya bernila tinggi.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *