Pengalaman Jualan di MarketPlace — Iklan Boncos

Disclaimer of using terms:
Marketplace adalah kata umum dari semua brand yang mempertemukan para pembeli dan penjual dengan maupun tanpa escrow. Singular: marketplace; plural: marketplaces (in eng.).
Iklan adalah kata umum dari segala bentuk jasa memperkenalkan produk. Dalam tulisan di lama ini, iklan disempitkan maknanya ke arah iklan berbayar yang memiliki bid.
Motivator adalah sorang pembawa pengetahuan, terlepas dari dia punya pengalaman itu atau pengalaman orang lain.

Tulisan ini mungkin dapat kamu jadikan data, tapi hanya 1-set data. Artinya kamu jangan hanya percaya begitu saja dengan tulisan ini. Kamu harus kumpulkan beberapa set data dari sumber lainnya. Jelasnya ini adalah pengalaman saya.

iklan boncos
iklan boncos

Ada baiknya kita pikir hal realistis sebelum memulai segala sesuatu. Ada kalanya kita anggap remeh karena itu terlihat mudah dan itu terlihat sebagai suatu bisnis yang membuat orang cepat berhasil. Jangan percaya begitu saja ocehan para motivator yang mana beberapa dari mereka cenderung hidup dari jualan workshop, bukan praktisi marketplace secara berkesinambungan.

Mungkin ada motivator yang dulunya adalah sorang praktisi marketplace, kemudian begitu suasana marketplace telah saturasi dan mereka pikir bahwa bisnis jualan workshop lebih menghasilkan, tidak stok barang, mereka memilih fokus jualan workshop saja. Workshop adalah seminar yang diperkaya dengan tutorial dan motivasi.

MENGAPA IKLAN KITA BONCOS?
1. BID AMBANG dan SELISIH BID TERLALU TINGGI
Pernahkah kamu dengar sebuah kalimat mutiara, “Marketplace membantu bisnis mikro berkembang” atau kalimat semisalnya. Kenyataannya, kalimat itu terdengar syahdu di masa awal kehidupan sebuah marketplace, layaknya sebuah kalimat sihir yang dapat memimpin traffik ke marketplacenya. Jadi, Marketplace membantu bisnis mikro (PIONIR) berkembang, sedangkan para pengguna yang daftar dua tiga tahun kemudian, rasakan kesulitan untuk menaikkan reputasi toko.

SP0NS0R:

Begitu suasana dalam sebuah marketplace sudah saturasi atau jenuh, segelintir pedagang mau tidak mau harus ambil tindakan, sebagai upaya menaikkan reputasi tokonya yaitu mendatangkan pembeli adalah dengan membeli iklan.
Indikator suasana marketplace telah saturasi yaitu:
a) Produk sejenis melimpah
b) Para pedagang banting harga
c) Penjualan mulai jarang, padahal satu kurun waktu sebelumnya penjulan sering terjadi.
d) tidak ada sapaan pengunjung (chat), artinya produk kita sulit ditemukan
e) Jumlah penglihatan (view) sulit bertambah, lagi artinya produk kita sulit ditemukan

Seorang pengiklan akan dihadapi oleh dilema begitu dia tahu bid ambang.
a) bid ambang tinggi dipertimbangkan dari margin keuntungannya
b) keuntungan kecil dipertimbangkan dari modal untuk satuan produknya meski belum termasuk besar perkiraan biaya iklan yang akan dihabiskan.
c) Bahkan biaya iklan untuk keberhasilan satu penjualan adalah suatu hal gaib.
d) Bisa jadi daya beli masyarakat rendah benar adanya.
e) Iklan produk serupa lumayan banyak telah terbit.
f) Selisih bid tinggi untuk menaikkan sedikit bid sebagai upaya untuk memenangkan urutan iklan produknya dari kebanyakan atau seluruh iklan produk serupa.

Jadi, Jika bid ambang dan selisih bid tinggi, sedangkan daya beli para pelihat iklan rendah akibatnya mereka mengeklik iklan tanpa pernah membeli produknya. BONCOS.
Selisih bid seharusnya diatur ulang oleh marketplacenya sebagai sebuah GAP yang tipis sehingga marketplace dapat menampung para pengguna yang berani pasang iklan tapi dengan bid yang terjangkau.

2. USER KEBAL KURANG KERJAAN doyan klik iklan semena-mena
Tidak dapat diremehkan porsinya (kadarnya), dI setiap marketplace ada para pengunjung etalase. Mereka pernah belanja namun kurang dari lima (5) kali dalam setahun, kurang dari sepuluh (10) kali dalam tahun setahun. Bahkan tidak pernah belanja dalam seumur hidup akunnya. Bahayanya mereka aktif di dalamnya! Mengeklik iklan kalian tanpa punya perasaan untuk membeli sesuatu. WALAUPUN mereka didera oleh
a) vocer gratis ongkir
b) gratis ongkir ditanggung penjual
c) diskon
d) iklan
d) Jargon, “beli dua gratis … (misalnya satu)”

Saran-saran para motivator jaman now yang mungkin menjadi mitos.
a) Follow up mereka yg chat tapi belum closing. Itu hampir atau tidak pernah membuat mereka membeli barang yang mereka tanyakan karena mereka hanya ber-basa-BASI. Kita tidak perlu melakukan follow-up lebih dari satu kali.
b) Beri diskon khusus mereka yg telah chat. Kamu pasang diskon sehari atau selamanya. Diskon sebagian kecil atau seperempat harga, bisa jadi mereka tetap tidak akan membeli.
c) Jawab chat secepatnya. Mode-nya, lebih banyak pembeli membuat pesanan baru sebelum chat panjang lebar. Meskipun kamu jawab lumayan lama semenjak dia chat kamu, mereka tetap kemungkinan besar akan beli jika mindsetnya kuat untuk membeli.

Pengunjung Etalase dapat dilihat dari riwayat-belanjanya. Berapa banyak nilai dari para penjual dibagi umur akunnya, bukan sebaliknya. Semakin sering dia belanja maka semakin hebat dia.

3. Kemungkinan para pedagang klik iklan produk serupa dengan produknya
Itu tidak dapat diabaikan maupun dikompromi.
Lawan seorang pemasang iklan, bukan hanya para pemasang iklan produk serupa lainnya, tetapi juga semua pedagang produk serupa dengan produk diiklankannya. Adakah kalian pernah merasa menerima notifikasi, “produk (yg Anda iklankan) disukai oleh … (seller lain)” Itu adalah salah satu pertanda iklan Anda telah diklik oleh sesama penjual dia mungkin tidak punya produk serupa dengan produk yg kamu sedang pasang iklan.
Maka dari itu beberapa marketplace sejak awal memilih tidak menyediakan notifikasi terkait suka dan ikut.
Tidak pernah tertutup kemungkinan, segelintir dari para pengiklan produk serupa mengeklik iklanmu.

4. Daya Beli Online Masyarakat memang Rendah
Jika Anda berani memasang iklan, rasanya tidak pantas bagi Anda menaikkan harga produk setelah pemasangan iklan. Pasang atau tidak pasang iklan, kamu terdorong untuk mempertahankan harga malah justru mesti memberi diskon.

5. PRODUK belum punya review atau review amat sedikit atau rata-rata review ldibawah 4.5/5.
Sering para pengunjung tidak mengetahui harga pasaran produk serupa kamu. Tapi kalau produk kamu telah punya banyak review dengan kualitas terbaik. Iklan dapat membuat penjualan dan review kualitas terbaik baru.

Gue merasa tulisan ini belum lengkap, tapi ingatan gue mencakup segala pengalaman pahitnya boncos sulit dipaksa keluar saat penulisan.

Perilaku ekonomi sering berupa diskrit, tidak kontinu. Harus tercipta titik pertemuan (ekuilibrium) yaitu kemampuan (daya) beli dan harga produknya. Daya beli seseorang turun secara diskrit, tidak kontinu malah bersifat BINER (BINARI). Yaitu “AKAN MEMBELI atau TIDAK SAMA-SEKALI” Bukan kamu harus terus memberi potongan harga atau menurunkan harga sampai mereka seketika membeli. Jangan mau menuruti keinginan orang seperti itu. Lebih baik kamu tambah pasar, cari pasar yang baru atau bahkan cari bisnis yang baru.

Cari tulisan seperti ini? Baca
a) Jangan Jualan di Marketplace, Marketplace dihuni Pembeli Kejem
b) 5 Trik Jualan di Marketplace yg Males Gw Kerjain
c) Bacot Surga, Istilah Baru Kicauan di Twitter Untuk Motivator Bgst
d) Jangan Keluar Dari Zona Nyaman, Mendingan Jadi Karyawan Selamanya

Tags:
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *