Pekerja Lepas Freelancer Indonesia Kerja Freelance di Upwork

Pengertian Freelance
“Hidup sebagai pekerja lepas (freelance) dapat digambarkan seperti halnya kamu hanyutkan botol berisi pesan dari pulau terpencil, sambil berharap seseorang akan menemukan botol itu serta membaca pesan yang ada di dalamnya, kemudian orang itu akan memasukkan sesuatu ke dalam botol untuk dihanyutkan kembali ke arahmu: apresiasi, komisi, uang, atau cinta. Kamu harus bejalar menerima apa pun isi botol yang kembali itu,” kata Neil Gaiman, sewaktu penulis misteri dan fantasi asal Inggris tersebut diundang bicara di hadapan angkatan tahun 2012 University of the Arts di Philadephia. Dalam kesempatan tersebut Neil Gaiman juga ramalkan bahwa menjadi pekerja lepas (freelancer) ialah salah satu jalur karier yang akan semakin diminati di masa mendatang. Ramalan Neil tersebut terbukti benar, dapat dilihat dari dua indikator. Pertama, adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan manusia menghadirkan berbagai pilihan dalam memilih jenis pekerjaan. Kedua, munculnya ragam profesi baru seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya penulis lepas, jurnalis, web developing, dan lain-lain.

Kata freelance sendiri adalah sebuah istilah pada Abad Pertengahan yang digunakan kepada seorang prajurit bayaran (a free lance) yang tak terikat kepada siapa pun kecuali hanya pada orang yang mempekerjakannya. Istilah itu pertama kali digunakan oleh Sir Walter Scott (1771-1832) dalam novelnya Ivanhoe untuk menggambarkan prajurit bayaran Abad Pertengahan (free lance). Kata lance berarti tombak, menjelaskan bahwa tombak tersebut bida melayani siapa pun yang mempekerjakannya. Pada 1903, kata freelance serta pengertiannya tercatat dalam Oxford English Dictionary sebagai kata kerja (verb). Di era modern, kata tersebut mengalami perluasan arti atau makna, yaitu dari kata benda (a freelance) menjadi kata sifat (a freelance journalist), kata kerja (a journalist who freelances).

freelancer tombak

Kata gig digunakan Fiverr searti namun lebih sempit sebagai kata benda (noun) dari pada kata lance, juga berarti tombak

Freelance di Indonesia
Pilihan untuk bekerja secara lepas (freelance) akhir-akhir ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pertimbangan utama yang paling sering ditemui dibalik pilihan bekerja secara lepas adalah kelenturan mengatur waktu dan bisa bekerja di mana pun dan kapan pun (borderless). Di samping itu, bekerja secara lepas, yang cenderung jauh lebih memperhatikan keahlian (skill) dibanding kualifikasi pendidikan, menjadi pertimbangan tersendiri mengapa profesi freelancer semakin diminati.

SP0NS0R:

Bagi perusahaan, penggunaan tenaga kerja lepas pun bisa memberi banyak manfaat, antara lain bisa memaksimalkan produktivitas karyawan dan perusahaan, efisiensi biaya rekrutmen, menambah ide-ide baru dan segar (dari perspektif yang berbeda), dan fleksibilitas waktu. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Upwork dalam Future Workforce Report 2017, disebut sebanyak 84% perusahaan di dunia akan menunda atau membatalkan proyek bahkan memperpanjang beban kerja bila mereka tak bisa menyewa tenaga freelance untuk membantu pekerjaannya. Selain itu, sembilan dari sepuluh manajer menyatakan lebih puas bekerja dengan pekerja lepas (freelance) daripada dengan tenaga kerja yang telah ada dalam perusahaan.

Di Indonesia sendiri profesi bekerja secara lepas (freelancing) bukan suatu hal yang baru. Sejak dulu, sudah banyak orang Indonesia yang melakukan hal ini, seperti menjadi penterjemah, konsultan, penulis, dan lain-lain. Hanya saja, profesi freelancer di Indonesia dulu masih dipandang sebelah mata lantaran kurang bergengsi dan tidak menyediakan jaminan sosial yang mencukupi seperti asuransi atau uang pensiun. Akan tetapi seiring perkembangan teknologi terutama internet dan media sosial, profesi freelancer saat ini mulai mendapat pengakuan dan semakin banyak perusahaan yang membutuhkan jasa freelancer, khususnya perusahaan kecil yang berbasis keluarga dan masih rintisan (home industri).

Selain memunculkan jenis pekerjaan yang dulu terdengar ‘asing’, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga sudah mengubah konsep pekerjaan yang sebelumnya familiar menjadi digital minded. Dalam sebuah studi, dilakukan oleh McKinsesy Paris pada 2011, dijelaskan bahwa kehadiran teknologi telah menghancurkan 500.000 kesempatan kerja di Paris 1995-2011. Akan tetapi, pada saat yang sama tercipta pula 1,2 juta kesempatan kerja berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

freelancer gelap

Freelance: Peluang/Kekuatiran bagi Freelancer sendiri
Bisnis Sebagai proses dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, internet telah memberikan manfaat yang nyata bagi para pekerja lepas (freelancer) khususnya sebagai sarana untuk mencari pekerjaan atau menjalani bisnis. Adapun bagi dunia bisnis, perkembangan internet serta kehadiran freelancer yang semakin marak dapat memberi kemudahan dalam mengakses sumberdaya manusia (SDM), khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja khusus (seperti ahli IT, desain grafis dan lain sebagainya) untuk menunjang performa pelayanan pada konsumen. Sebelum perkembangan internet yang sedemikian pesat sebagaimana pada saat ini, profesi freelancer di Indonesia pernah diremehkan. Akibatnya, dunia bisnis (perusahaan) cenderung enggan menggunakan freelancer sebab takut dengan berbagai potensi risiko yang mungkin saja dialami. Namun seiring dengan waktu, meskipun anggapan miring ini belum sepenuhnya hilang, profesi freelance sudah mulai diterima serta menjadi bagian dari dunia usaha. Bahkan, sebuah iklan produk komersial di televisi dengan tagline berkantor tidak melulu harus di ruang kantor, memperlihatkan posisi freelance yang sudah selayaknya diperhitungkan di tengah dunia bisnis.

Lagi, perubahan atau pergeseran cara pandang ini juga berkat internet. Sekalipun sebagian masyarakat masih belum sepenuhnya mengakui kerja freelance, tapi berbagai perusahaan telah mengakui pentingnya para freelancer dalam membantu berbagai aktivitas yang membutuhkan keahlian khusus dan pkerja tidak rutin, seperti pemrograman web, analisis data, desain visual dan lain sebagainya. Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan Upwork dalam Future Workforce Report 2017, yang menyebutkan sebanyak 84% perusahaan di dunia akan menunda atau membatalkan proyek, atau bahkan memperpanjang beban kerja bila mereka tak bisa menyewa freelance yang bisa membantu pekerjaannya.

Adapun berbagai manfaat lainnya yang bisa disebutkan, antara lain hemat, ideide/gagasan segar, tenaga terampil, fleksibel, dan pelayanan. Pertama, hemat. Perusahaan yang menyewa freelancer memiliki keuntungan finansial karena dapat menyewa freelancer berdasarkan proyek dalam jangka waktu terbatas. Perusahaan cukup membayar freelancer berdasarkan proyek dan tak perlu membayar beragam biaya tunjangan seperti yang diterima pegawai full time. Kedua, ide-ide segar. Freelancer biasanya cenderung lebih bebas memberi masukan dan ide yang lebih objektif terhadap perusahaan yang menyewa jasanya, tanpa merasa takut terhadap struktur hierarki atau kebutuhan karir jangka panjang. Ketiga, tenaga terampil. Hanya freelancer yang memiliki pengetahuan luas yang akan unggul dalam persaingan. Dalam hal ini, freelancer cenderung dipaksa mematangkan pengalamannya dalam berbagai kesempatan. Karena ia tidak punya ikatan pada suatu pekerjaan dan struktur, freelancer lebih memiliki peluang untuk berkembang dibandingkan dengan pegawai full time yang terikat pada perusahaan atau jabatan. Selain itu, pengalaman freelancer yang pernah bekerja pada beragam perusahaan/klien merupakan kelebihan yang tersendiri dibanding dengan pegawai full time. Keempat, fleksibel. Seorang freelancer lebih fleksibel secara waktu; kapan saja seorang freelancer diminta membantu proyek atau memberi masukan, ia akan berupaya guna memenuhi permintaan kliennya. Freelancer tidak terikat jam kerja sebagaimana pekerja di sektor formal. Pada umumnya, mereka selalu siap apabila klien membutuhkan bantuannya (Cohen, 2017). Kelima, pelayanan. Freelancer yang baik senantiasa menjaga reputasinya, demi menjaga kepercayaan dari kliennya. Mereka berusaha disiplin pada deadline (tenggat waktu pekerjaan). Freelancer yang bergerak pada bidang desain, rancang bangun, agen penjualan, biasanya akan bekerja keras supaya bisa memenuhi target dan kualitas layanan atau standar hasil pekerjaan. Mereka tidak ingin reputasinya tercoreng dan tidak dipercaya lagi. Karena itulah, nama baik adalah salah satu aset penting seorang freelancer.

Jika melihat berbagai manfaat di atas, tentunya keberadaan freelance dapat menjadi sebuah peluang atau kesempatan dalam dunia bisnis pada umumnya serta bagi perusahaan/wirausahawan pada khususnya. Artinya, kehadiran mereka, yang akhir-akhir ini semakin dirasakan, dapat mengisi celah pola rekrutmen perusahaan yang cenderung kaku/formal, atau membantu tugas-tugas khusus perusahaan yang membutuhkan keahlian atau skill tertentu.
🌈 Berburu US Dollar dengan Main Fiverr — GIGs paling laris di Fiverr

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *