Optimasi Artikel dengan Excerpt dan Keywords dari Meta Tanpa Plugin Yoast or AllinOne SEO



Diskusi 1A
Fajri
Seumur-umur saya pakai WordPress, saya selalu pakai Yoast atau All-in-One SEO untuk menulis Meta artikel saya…, tapi saya teringat postingannya mas 705
Yang menyebutkan kalau dia nggak pernah berinteraksi lagi dengan Yoast… Apa itu berarti kolom EXCERPT yang ada di pos artikel itu bisa dipakai untuk Meta Description?
👈 lihat SS pertanyaannya
💬🗨

Fuad
Untuk menulis artikel kadang saya juga mengabaikan saran Yoast. Namun, jika di uninstall setingan² SEO lainnya yang sudah terintegrasi dengan Yoast akan hilang.
Gosir
Kalau pakai WordPress kita ga perlu bikin meta-description. Nah sebelumnya saya pakai tuh di Yoast, sekarang saya kosongin… Biarkan Google yang isi.👏💗2
705
Betul mas, saya cuma ngandelin <title>, <meta name="description", dan <meta name="keywords". Dalam hal ini, meta desc ngambil excerpt via the_excerpt_rss().
Sedangkan ntuk yang meta keyword (ngambil dari get_the_tags()) itu sebenarnya hanya "pelengkap", soalnya sudah lama diabaikan Google, saya sekadar seneng aja pakai itu.
Jadi, bila ada yang tanya apakah bisa ngeblog tanpa plugin² SEO, kalau dari pengalaman saya sejak 4-5 tahun silam, bisa saja, bahkan baik² saja sampai sekarang.
link SS ini
👏2

Gosir
Berarti excerpnya dibuat padat mantep dan ada keywordnya nih.
Fajri ✍️
Jadi Meta Descnya diambil secara otomatis sama Google berdasarkan Meta Title yang udah kita tulis?
Kalau blognya mas-kan udah cukup lama, bertahun-tahun, makanya domain reputation-nya dianggap bagus sama Google, apa mungkin itu penyebab kenapa tanpa perlu Yoast blog-nya mas itu jadi gampang di index?
705 » Gosir
: Untuk excerp, biasanya saya pilihkan 20-25 kata (1-2 kalimat) terbaik dari postingan tersebut, bisa ngambil di bagian awal postingan, tengah postingan, atau akhir postingan. Bisanya sih juga saya korelasikan dengan judulnya juga, tidak dipaksa ada kata yang sama ya, tapi bermain konteks.
Fajri: Iya Google biasanya ngambil <meta name="description", tapi tidak selalu. Sering juga Google ngambil 1-2 kalimat pertama atau "lead", mengabaikan meta desc. Selain itu, bila meta dari struktur data eksis, misal Schema, biasanya juga bakal meng-override meta desc.
link SS ini

Gosir
Saya ga pakai meta descrip munculnya bisanya kalimat awal di postingan…, tapi kalau lihat blog lain yanh sering pejwan atau media oline bisa terlihat metanya sesuai apa yang kita cari. Di mana kata tersebut belum tentu di awal postingan. Bahkan katanyanya bisa di tengah kalimat di tengah paragraf entah paragraf ke berapa.
705
Pernah mendokumentasikannya? Meta desc SERP yang super dinamis seperti yang disampaikan di atas? Karena sependek pengalaman saya Googling², jarang menemui hal seperti itu, bukan jarang ding, tapi keanya malah tidak pernah.
Meta desc SERP yang saya temui di bermacam web, mulai dari news, featured article dll relatif statis. Kalaupun berubah, biasanya hanya muter² di Lead, meta desc, dan meta Schema. Namun, penasaran juga sih, pengen ketemu fenomena seperti itu. 😅.
link SS ini

Febri
Bagi yang gak pakai edit meta data kea title dan desc sama meta keyword… Plugin SEO gak di butuhkan ….
Namun, bagi mereka yang butuh untuk edit meta data kea title, desc, ama keyword ….
Mereka bakal butuh ….
Sebenarnya kalau dah paham SEO manualan cuma ngandalin title dan postingan aja udah cukup ….
Karna Google ngecrawlnya bukan di excerpt aja, tapi full page + link builnding / outboundsnya juga….
Itu kalau menurut ku.

Diskusi 1B
Danny
Cara pengisian deskripsi setiap post agar lebih SEO? Saya pakai Yoast,
Ada yang ucap kalau deskripsi itu relefan sama judul, yang lain ucap deskripsi itu harus relevan dengan konten /artikel,
Kalau ane sendiri malah kadang tak kosongi / tak copas dari artikel postingan paling atas.
Namun, sebenernya yang baik gimana ya tolong masukkannya?

link SS ini
💬🗨

Ferry
Wajib diisi untuk memudahkan user (pengguna search engine) juga memudahkan optimasi untuk search engine.
Meta deskripsi bisa menggunakan kata² yang menarik atau kata² yang paling banyak digunakan user.
Semisal artikel dengan judul.
Pemilu 2020 Gunakan Hak pilihmu.
Maka meta deskripsiny bisa sbb.
Bocah Bersuara – Seperti apakah pemilu 2020 besok? Jangan lupa gunakan hak pilih anda Jokowi 2 periode 2020 ganti presiden Prabowo Subianto Joko Widodo Aksi 212 Golput Partai Politik Agama SBY (dst).👏1

Danny ✍️
Berarti kata² yang di deskripsi ga harus ada di isi artikelnya ya om?👏1
Ferry
Kalau bisa ada… Masuk di awal² meta deskripsi juga bagus.👏1
Danny ✍️
Siap om terimakasih.
Andis
Saya juga sama om, bisa dibilang di deskripsi itu seni copywritting biar org mau click 😂, tapi ga klikbet juga.👏1

705
Hasil riset Yoast yang dipublish pada akhir April 2018 silam menunjukan Google sering mangabaikan "meta description". Google malah sering "membuat" description sendiri di SERP dari 1-2 kalimat pertama (lead) sebuah artikel. Jadi, mau kosong, mau diisi, mau panjang, mau pendek, kadang jadi tidak relevan. CMIIW.

link SS ini
👏1

Danny ✍️
Iya om maksud saya ini, tapi kadang malah bingung mau pakai mana.
705
Mau pakai, mau enggak, mau pendek, mau panjang, bebas² aja kok mas. Karena kalaupun kosong, Google tetap ngambil lead artikelnya. Saya sendiri sampai sekarang pakai. Bahkan saya masih tetap pakai "meta keywords" (ngambil dari tags), yang terang²an sudah diabaikan oleh Google.
link SS ini
👏1
Cucu Adam
Mas 705
Ikut nimbrung.
Kalau untuk homepage gimana Menurut mas wajib isi atau enggak?
Dan apakah Google mengambil deskripsi secara acak juga kalau untuk home " ketika kita sudah tentukan meta deskripsi"?
" Target keyword utama di home ".👏1
705
Aku pakai. Jangankan di Home, di Kategori aja aku pakai'kan juga. 😃.
link SS ini
👏1
705
Untuk kategori sendiri kan memang secara default sudah disiapin description oleh WordPress.
link SS ini
👏2
Cucu Adam » 705
Wah mantap.
Kalau gitu sama berarti.
Itu kea manualan ya mas?
Maskudnya tanpa plugin.👏1
705
Iya, aku termasuk blogger/publisher yang terobsesi manualan. Kalau bisa "Googling" tanpa plugin, kenapa harus pakai plugin. 😅.👏1
Cucu Adam » 705
Hhahaha mantap.
Mas emang beda dari yang lain 😃.
Gak kaya saya plugin sampai 20 an haha.👏1
705
Plugin banyak itu enggak apa² juga. MESKI, semakin sedikit plugin, lazimnya bisa mengurangi potensi/risiko web akan jadi lemot.
Pada praktiknya jumlah plugin tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kelemotan web, tergantung jenis² plugin-nya juga.👏2

Duto
Penggunaan meta description tergantung tujuan. Benar, mesin pencari TIDAK SELALU menggunakan meta description yang kita gunakan. Namun, bukan berarti tidak penting untuk menyertakan meta description. Sebab, "TIDAK SELALU" bukan berarti tidak pernah.
Ada referensi bagus untuk memahami hal itu, bisa tengok misalnya dalam artikel ini:
https://Moz.com/learn/seo/meta-description.👏1

Danny ✍️
Siap om mkasih.

705
Setelah saya baca² lagi lebih teliti, ternyata tidak hanya SERING, tapi SANGAT SERING Google mengabaikan "specified" meta description.
Ini TKPnya: https://yoast.com/should-i-write-longer-meta-descriptions-our-research-results/

link SS ini
👏2

705
Barusan saya iseng ngecek artikel² di Google News (news.Google.com). Memang benar, artikel² yang saya buka secara acak dari berbagai situs, malah 100% description yang muncul bukan dari yang telah ditentukan dalam [meta name="description"].
Namun, ini baru belasan artikel ya, mungkin kalau saya buka >30 artikel, ada satu dua yang description-nya benar² dari [meta name="description"]. Cukup menarik. 🤔.👏2
Danny ✍️
Menarik.
Marwan
Jika meta deskription tidak di set up manual maka Google akan menggunakan 150 kata pertama, jadi bukan mengabaikan, meta description itu masih jadi bagian penting optimasi SEO onpage.
705
Saya tidak ucap begitu kok mas. 😊.
link SS ini

Marwan
Butuh Aqua saya 👻.

Marwan
1. Judul mengandung kata kunci yang ditarget, .
2. Meta deskripsi mengandung judul (otomatis mengandung judul yang ditarget).
3. Konten mengandung judul kunci di 100 kata pertama dan isinya relevan dengan judul.👏1

Danny ✍️
Mantab.

Diskusi 2A
Fajri
Gara-gara terbiasa nge-blog di Blogspot, di mana saya nggak pernah mikirin keyword research, meta data, keyword density, dan segala macemnya, sekarang begitu merambah ke WordPress, nulis jadi nggak tenang gara-gara Yoast dan konco-konconya… Artikel jadi terpaku sama plugin begituan, ada yang mengganjal "kalau nggak ijo, berarti artikel lu ga berkualitas".
Ada yang punya pengalaman yang sama dengan saya?
Mas 705
Udah pernah cerita dulu kalau dia nggak pernah pakai plugin SEO apapun (semua serba manual).

👈 lihat SS pertanyaannya
💬🗨

705
Pernah saya tulis di komentar trit lain, seperti ini bunyinya:
——–.
Saya lebih senang meluangkan waktu lebih untuk benerin typo, diksi, ejaan, dan logika kalimat ketimbang seabrek input/checklist di plugin SEO saat posting2.
Tapi, bagi beberapa orang yang punya kecenderungan perfeksionis, notif/warning yang kadang tak mempengaruhi fungsi (sekadar cosmetic) bisa sangat mengganggu dan merusak mood.
Kalau saya ada di posisi TS, akan saya benerin sampai dapet warna hijau. Bukan karena lebih baik di SEO, tapi hanya karena tidak bisa hidup dengan notif/warning semacam itu. 😂.
Tidak usah jauh² ke plugin SEO deh, mungkin ada yang mengamati komentar² saya di grup ini. Sebisa mungkin saya akan menyeimbangkan jumlah baris dalam tiap paragrafnya, demi apa. 😅.
EDIT²: Lengkapin gambar biar greget 😃.
link SS ini
👏3

Arman
Saya hingga sekarang masih fokus nulis saja mas. Masih belajar juga biar kea mas 705. Biar enak dibaca plus banyaknya referensi di tiap postingnya.
705 » Fajri
Ooh punya gejala obsessive compulsive disorder juga ya, samalah kalau gitu. Namun, saya sebenarnya enggak paham kenapa OCD-nya bisa muncul cuma gara² gambar di atas yang sebenarnya cuma untuk ilustrasi perfectionist.
Arman
Iya kalau memang basic atau niatan awal ingin jadi blogger, itu sudah di jalan yang tepat mas, sama seperti saya. Beda dengan yang niatan awalnya jadi publisher/IMer, kemampuan nulis tidak terlalu vital karena bisa bayar content writer. 😅.👏1
Arief
Ndak sampai OCDlah 😄 kepribadian melankolis aja.

Febri
Kalau Saya gak jadi patokan 😅 hanya saja … Cara menulis saya selalu mendapat score di atas 60….
Namun, gak pakai Yoast, melainkan RankMath ….
Mantan pengguna AIO, makanya gak begitu peduli score SEO.
Ardi
Banyak artikel page one dengan tingkat persaingan beragam, coba copas artikelnya dan amati dengan Yoast, apakah parameter dari artikel tersebut ijo semua jika kaitkan dengan parameter target keywords, heading & embel" lainnya? 100% jelas tidak. Ngeblog kok bikin susah 😃.👏1
Erland
Ingat, plugin SEO cuma untuk membantu optimasi, bukan menjamin peringkat di SERP biarpun skornya ijo-ijo. 😂.
Fajri menonaktifkan komentar untuk postingan ini.

👈 lihat SS percakapan tadi

Diskusi 2B
Taslim
Setelah update Yoast SEO, banyak artikel lama yang sebelumnya ijo berubah jadi orange. Kalau di cek, msalahnya di keyword density yang katanya terlalu banyak, Padahal sebelumnya udah pas.Pertanyaan saya, apakah perlu edit artikel² lama tersebut.?

👈 lihat SS pertanyaannya
💬🗨

Fajri
Iya, perlu… algoritma Google selalu berubah-ubah… konon dalam sebulan bisa berubah berkali-kali (menurut para pakar SEO ya).
Lagian, nggak ada salahnya juga kalau artikel lama di update, karena Google pasti akan mendeteksi aktivitas update artikel lama tersebut, Google kemudian akan menganggap "Wah ini blog orang di update, berarti dia aktif nih, gue naikin rankingnya sekian persen ah" gitu.👏💗2

Mirza
Ribetnya Yoast emang begitu. Edit aja postingan yang skornya oranye dan ganti kata² kunci tersebut dengan sinonimnya.

705
Saya lebih senang meluangkan waktu lebih untuk benerin typo, diksi, ejaan, dan logika kalimat ketimbang seabrek input/checklist di plugin SEO** saat posting2.
Tapi, bagi beberapa orang yang punya kecenderungan perfeksionis, notif/warning yang kadang tak mempengaruhi fungsi (sekadar cosmetic) bisa sangat mengganggu dan merusak mood.
Kalau saya ada di posisi TS, akan saya benerin sampai dapet warna hijau. Bukan karena lebih baik di SEO, tapi hanya karena tidak bisa hidup dengan notif/warning semacam itu. 😂.
Bukan pengguna plugin SEO.👏2

Taslim ✍️ » 705
Iya mas, rasanya gak tenang kalau gak ijo 😃.👏1

Ivan
Kayaknga keyword density sudah tidak berpengaruh amat. Pengaruh tetap ada, cuma tidak seganas dahulu.
Arif
Menurut *saya penting mas dan sebisa mungkin harus di lampu hijaukan heheeh. Jika tak ingin di hijaukan minimal artikel mendatang semua bisa hijau. Dulu perihal ini saya abaikan, tapi jika jeli ini sangat pengaruh bagi blog khususnya content kita.
Gosir
Sekarang Yoast bacanya bisa lompat lompat om untuk kata yang di jadikan keyword.
Misal kata kunci kucing garong hitam.
"Kucing garong hitam adalah orang yang sukanga kucing garong yang warnanya hitam. Selain warna hitam, kucing garong juga bisa diartikan seseorang yang suka mainin wanita.".
Kalau dulu Yoast bacanya kucing garong hitam saja pada kata kata sebelum adalah. Namun, sekrang kucing garong dibaca, hitam juga dibaca jadi pada contoh paragraf di atas bukan cuma 1 keyword Namun, ada 2 atau 3.
Itulah mengapa yang dulu udah hijau sekrang keyword jadi over.
Coba aja di ctrl + f dan ketik keyword yang anda gunakan.
Cmiiw.

👈 lihat SS percakapan tadi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *