Kondisi Ideal supaya Iklan tidak Boncos — Saran untuk setiap Marketplace

Kondisi Ideal supaya Iklan tidak Boncos – Saran untuk Marketplace
1. AKun yg telah diblokir tidak dapat melihat produk yang mana iklan berbayar. Tidak peduli produk dapat dilihat saat tak diiklankan. Pokoknya bagaimana produk tidak tampak diwajah akun-akun terblokir saat itu diiklankan.
2. Bid ambang mulai dari nol, biarlah para pengiklan mencari bid terendah yang mereka suka, meski diantara mereka tidak bersikeras memperebutkan posisi tertinggi. Sebagai gantinya marketplace yang menerapkan ini dapat menampung lebih banyak pengiklan daripada di sana ada bid ambang tinggi.
3. Toko-toko tak online selama lebih dari 20 hari punya semua produknya tidak tampil di hasil pencarian. Kondisi yang mana para admin toko tidak lagi mempedulikan tokoknya atau memang telah tiada.
4. Toko-toko tak online selama lebih dari 200 hari punya semua produknya terhapus otomatis oleh sistem. Kondisi yang semisal poin (3). Tentunya Marketplace perlu mengajukan ulang disclaimer dan atau privacy-policy atau sejenisnya untuk itu disetujui oleh semua pemilik akun. Sebagai gantinya marketplace membebaskan ruang penyimpanannya (memori), ini adalah satu bentuk manfaat. Walau bagaimanapun, akun-akunnya tidak terhapus terutama apakah akun-akun masih menyimpan uang mereka meski receh.

kondisi sebuah toko tak online yaitu tidak login dengan satu device atau tidak masuk aplikasi terpasang di ponsel maupun software terpasang di PC (browser). Pikiran saya lebih bermaksud membersihkan produk-produk berserakan yang mana pemilik akun tidak peduli akunnya lagi. Buka mereka yang masih mau login meski malas membalas chat.
Ini dapat mengurangi para pemilik multiple akun pengunggah produk masal, biasanya dropsiper. Itu karena tampaknya ada pertanda beberapa marketplace ingin membatasi kelakuan dropshiper pemilik “great number of multiple accounts”.

5. Ada dua penampilan untuk setiap produk yang sama yaitu kondisi iklan dan kondisi tak iklan. Jadi ketika kondisi iklan menyala, sebuah produk punya kondisi tak iklan pula.
6. Ada pengaturan yang mana iklan tidak dapat dilihat oleh semua akun yang jarang belanja atau rata-rata review rendah. Sebagai contoh, kondisi akunnya
a) Jika umur akun telah lebih dari setahun, Akun setidaknya telah belanja 12 waktu setahun untuk dapat melihat iklan.
b) AKUN BARU dapat mengeklik iklan, namun sementara waktu tidak dapat mengeklik iklan. Jika tidak belanja sekalipun dalam 7 hari.

Kondisi (6a) dan (6b) bersama memberi arti bahwa setiap akun dapat melihat iklan tidak dapat melihat iklan oleh karena tidak belanja 7 hari sejak awal dan dapat melihat iklan setelah 12 kali belanja.
Berlikir lebih mendekati kontinu supaya gap antara kedua kondisi terasa tidak terlalu tebal maupun tidak terlalu tipis, tetapi optimal. Supaya semboyan, “Marketplace membantu para usaha mikro” menuju kondisi optimal supaya para pengiklan bahagia dan marketplace bertumbuh.

c) Tambah kondisi antara kondisi (6a) dan (6b) ke dalam algoitma marketplacenya supaya gap terjangkau kebanyakan akun berdasarkan rekap statistik marketplacenya.
d) setiap akun punya rerata penilaian dari para penjual di bawah 4.0 tidak dapat melihat iklan walau dia sering belanja di atas kriteria (6a) dan (6b).
e) Kondisi 6d telah menjadi sebab bagi kondisi (6b) karena setiap akun baru punya reputasi 0 sebagai sorang pembeli.

Algoritma seharusnya menguntungkan para pengiklan agar tercipta kondisi ekonomi yang sehat, roda ekonomi yang berputar lancar atau perputaran uang yang lancar.

Baca sebuah laman yang melatarbelakangi laman ini, Pengalaman Jualan di MarketPlace — Iklan Boncos.
Seperti halnya yang kerap kali para konten-kreator bilang, butuh waktu berjam-jam untuk segala aspirasi tertuang kedalam satu set tulisannya. Kuharap kalian punya poin-poin dari aspirasi kelen. Mari tuliskan segala aspirasi kalian ke kotak kosong untuk komentar di bawah, pakai bahasa Indonesia yang baku dan sesuai sintaks.

SP0NS0R:
Tags:
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.