Kelemahan² Website hasil Pure Coding daripada WordPress



Andres
Gan mau nanya, bedanya website wordpres sama website pure coding itu apa yah? Mau mulai tahap belajar gan.
👈 lihat SS pertanyaannya
💬🗨

Rosyd
Konon katanya coding hasil sendiri bikin web lebih cepat dimuat.
Rauf
Murni ngoding sendiri, kebanggaan sendiri stonks 📈, tapi bug banyak keamanan rentan, WordPress keamanan stonks 📈, karena banyak plugin premium untuk amankan website.
Arya
Dah kalau buat blog mending WordPress text editor terbaik.
Namun, kalau untuk ngolah data tertentu baru lebih cocok bangun sendiri. Intinya sama-sama dicoding bedanya satu tinggal pakek satunya dari nol.

Andres ✍️ » Arya
Ngolah data tertentu contohnya gimana gan? Kalau untuk e-commerce itu WordPress cocok gak?
Arya » Andres
Kalau buat toko masih bisa sih WordPress. Namun, kalau market place belum keanya. Coba aja plugin Woocomerce.
Andres ✍️ » Arya
Oalah, oke-oke siap gan, makasih masukannya 😁😁.

Andres ✍️
Wuidih, makasih banyak yah saya dapat gambaran baru terkait negatif positifnya antara coding dan WordPress dan saya juga baru tau kalau WordPress dan coding bisa digabungkan.
Terima kasih banyak semuanya 😁😁.
Fajar
Jaman sekarang lupakan coding dari awal. Install, copas, cukup. Ujung²nya web buat nyari duit. Coding ga kelar², duit ga dapet² -, -.👏5

Andres ✍️
Betul bang 👻 selama ini gw belajar coding kaya gini 👻.
Sabkli » Fajar
Mantullll😁😁😁 ane banget nih 😂😂😂.

Sabkli
Sesuai pengalaman.
1. Pure coding lebih diperuntukkan untuk fitur² yang unik atau gak bisa di-handle sama plugin/theme dari WordPress. Untuk sebagian orang akan lebih memilih coding sendiri biar anti ribet kalau cari² plugin gak nemu, toh sekarang juga banyak plugin yang bertebaran untuk ditambahin ke coding kita.
2. Pure coding perlu keahlian programming untuk membuatnya, untuk di WordPress punya basic programming jadi nilai plus karena akan membantu ketika kustomisasi theme/plugin.
3. Security, untuk keamanan pure coding bisa jadi lebih aman atau bahkan sebaliknya sangat rentan. Kalau ini tergantung programmer-nya juga. Kalau di WordPress kita cukup terbantu dengan security yang sudah ditawarkan oleh developer dari WordPress dan developer theme/plugin.
4. Kemudahan, bisa diakui orang awam pun akan cepat belajar WordPress karena sistemnya yang hampir 80% drag n drop, tutorial melimpah, dukungan documentation juga pasti ada di masing-masing website theme/pluginnya.
Sisanya urusan optimasi dll tergantung dari hosting yang dipakai, sama kita nyusun websitenya pakai theme/plugin apa aja.👏6

👈 lihat SS percakapan tadi

Teguh
Kalau WordPress udah di coding-in orang²nya WordPress.
Alif
Jadi gini, WordPress itu seperti kantor nyuruh gw yang seorang Network Engineer membuat web company porfile, daripada gw belajar ulang mending pakai WordPress langsung beres.
Makanya gw pakai WordPress.👏1
Ali
Dulu saya pakai WordPress. Lalu pindah ke framework laravel untuk project² spesifik.
Setelah pakai dua²nya saya sekarang lebih prefer WordPress. Lebih hemat waktu.
Problem develop pakai WordPress cuma satu. Loading dan performance yang lambat, tapi bisa diakali kalau tau caranya.
Selama anda menguasai konsep PSR, framework atau Content-Management-System (CMS) apapun jadi equal.👏💗4

Hery » Ali
Setuju, aku dari awal sejak 13 tahun laku bikin web pakai Content-Management-System (CMS) joomla, ringan, lancar dan baru setahun terakhir buat pakai WordPress, lambatnya minta ampub, padahal baru di localhost.
Ali
Salah satu faktornya karena desain sistem WordPress banyak mengandalkan/memakai add_action dan do_action. Yang berarti event based pattern.
Nilai plusnya, memudahkan developer dalam develop plugin dan template. Tanpa perlu ubah core WordPress.
Cuma ya itu tadi, efeknya jadi bloatware.👏1

Yayun
Analoginya gini.
Masnya nikah sama anaknya orang kaya, tapi tinggal di pelosok dan dikasih 2 pilihan.
Mau Lanjutkan usaha tani mertua yang tanahnya berhektar² (WordPress).
Atau mau buka lahan, babat hutan sendiri (pure koding).👏💗🤔14

Iyan » Yayun
Kalau ada yang sulit, ngapain yang mudah 😀. Babat hutan.👏🤭2
Yayun » Iyan
😂 kata mad dog "biar greget".🤭1
Khair
Kalau disamakan dengan nikah ini saya mudah paham.🤭2
Ramon
Menarik ilustrasinya 😁.
Firsty
Dasarr joness 🤭.
Suluh
Analogi yang masuk akal.

👈 lihat SS percakapan tadi

Ridwan
Sama-sama codingan, bedanya kaya mie instan tinggaL masak atau Lu bikin mie sendiri….👏1

Yasa
Setuju, dan mie instan itu juga bisa diubah² bentukannya, bisa ditambah²in bumbunya, tapi kalau lu bikin mie dari awal, bakalan lebih ribet.
Wawan
Awas jangan keseringan makan mie instan bisa alergi 😂😂.
Yasir » Ridwan
Mie rebus abang Burjo susah ditandingin rasanya Om. Beda ama bikin sendiri 😁.
Ridwan
Ada 3 perbandingan di sini.
Mie instant burjo Lebih enak dibanding mie instant buatan sendiri, bukan dengan mie buatan sendiri dengan proses penepungan adonan.
Sama dengan deveLoper WordPress yang dah mahir Lebih bagus dibanding kita yang baru mainan WordPress (bukan deveLoper), tapi akan berbeda dengan kita yang membuat web dengan codingann dari awaL….
– DeveLoper WordPress Pro.
– Baru main WordPress (non deveLop).
– Web BuiLder.

Kevin
Kalau bisa programming kenapa tidak, kalau mau ngoding juga agar mempersingkat waktu bisa pakai framework seperti laravel atau codeigniter. Kalau memang ga ada basic programming ya pakai WordPress aja, kalau saya bisa milih pakai WordPress biar cepet, tapi klient minta pakai framework😄.
Fajar
Kalau menurut ane yang udah pernah coba dua duanya, Website yang pakai pure coding itu gunain sesuatu yang disebut framework, ada Laravel, Codeigniter, dll. Itu semua hanya berupa struktur saja, yang mana memudahkan programmer dalam mengelola websitenya. Kalau programmer itu ingin mengubah sesuatu di websitenya, maka ia harus cari filenya yang berhubungan dengan perubahan itu.
Adapun WordPress itu sama juga seperti framework. Namun, dia ber-GUI (ada tampilannya), yang biasanya ubah manual dalam codenya, tapi kalau di WordPress sudah ada pilihannya juga tampilannya.
Jadi ketika kita memilih sesuatu, atau merubah sesuatu, maka akan tergenerate suatu fungsi secara otomatis pada file codingannya (misal, single.php untuk post).
Kurang lebih gitu.👏2

👈 lihat SS percakapan tadi

Ahmad
Tergantung kamu mau bikin blog atau sebuah sistem….
WordPress dasarnya blog meski sekarang bisa dijadikan onlineshop/forum.
Kalau kamu mau bikin sistem yang custom contoh siakad, sistem gudang, kasir, dan sistem² informasi sejenis tentu pure coding jadi pilihan yang tepat.
Dan satu lagi, kalau belajar web awal² pakai Content-Management-System (CMS) WordPress gapapa, tapi kalau bisa coba jangan pakai Content-Management-System (CMS), misal pure native atau pakai framework laravel biar tau dasarnya pemrograman dari hulu ke hilir gak asal tempel² plugin.👏1

Andres ✍️ » Ahmad
Allhamdulilah, sudah nyoba ngoding laravel sudah bisa buat crud, frontend allhamdulilah bisa meski gak lancar. Belum pernah nyoba WordPress.org aja saya ini dan belum tau perbedaan pure coding dan WordPress.
Ahmad » Andres
WordPress sekali deploy udah siap semua fitur² dasarnya login, bikin berita, dll bisa ditambahin fiturnya pakai plugin….
Lah kalau pure coding kan ente harus bikin satu per satu fitur² itu.
Andres ✍️ » Ahmad
Nah ini yang gak ngerti sebenernya dari WordPress. Kalau WordPress ini sudah handle backendnya juga? Kaya login system, register dll?
Ahmad » Andres
Iya sudah siap semua, gak perlu otak atik codingnya juga bisa… karena WordPress itu Content-Management-System (CMS) (Content Management System) coba baca² apa itu Content-Management-System (CMS)… dan kamu juga bisa bikin CMSmu sendiri pakai laravel ya memang bakal makan waktu lama, tapi enaknya bisa kamu custom sesuai keinginanmu sendiri.
Andres ✍️ » Ahmad
Begitu yah om, oke-oke makasih yah om. Sebenernya pengen ngembangin di pure coding sih, cuman otodidak ini susah juga yah.
Ahmad » Andres
Iya emang susah namanya juga bikin sistem sendiri dari awal. Salam pergerakan pokoknya gan.
Andres ✍️ » Ahmad
Iyaa makanya sekarang lagi cari perusahaan yang mau terima pengurus web atau mau bikin web baru, biar saya bisa implementasi hasil belajar saya dan bisa dikoreksi oleh senior di sana.
Ahmad » Andres
Hub.i senior² aja mas kalau mau magang, saya dulu juga gitu magang minta channel senior.

👈 lihat SS percakapan tadi

Aris
Balik lagi ke demand masnya. Kalau bicara ability to customize the whole site ya WordPress masih bisa. Namun, kalau kebutuhannya sudah ke arah architecture, advanced features, etc somehow tetap pakai WordPress ya akan suck up juga. Simple case, kalau bicara microservice dan service distribution untuk penunjang visibility and reliability. Ya akan sulit tercapai dengan WordPress. Atau let's say provide extensible Rest API. Ini juga susah untuk WordPress. Menurut saya WordPress pas aja kalau tujuannya SEO, atau mas masih bootstrapping awal pada fase development product karena waktu pengerjaannya gak lama. Namun, ketika semua scale, ada waktunya write your own codebase.👏1

Andres ✍️ » Aris
Hmm begitu yah mas, pantas aja saya pernah baca artikel di mana kemampuan programan PHP itu dimasukan ke WordPress, meski saya gak tau prakteknya gimana 😅menggabungkan Content-Management-System (CMS) dan kode dari luar.
Aris » Andres
Yah, itu masih bisa mas untuk extend WordPress selama mas paham codebase dan bahasanya itu sendiri, dalam kasus ini PHP. Saya pernah juga bangun 1 stack, di WordPress saya store semua article, tapi saya serve dari API, lalu di consume oleh frontend app saya sendiri menggunakan Vue.js. Kalau mas bisa coding, gak ada hal gak mungkin mas. Namun, dalam hal apapun selalu ada limitasi, karena kesempurnaan hanya milik tuhan hahaha.
Andres ✍️ » Aris
Siapp mas, makasih yah mas atas pengetahuannya 😁 saya lagi stuck belajar pure coding mas sebenernya, html CSS saya ngerti konsepnya, tapi masih kesulitan slicingnya. Backend stuck di laravel crud, loginnya gan. Makanya sekarang mau belajar WordPress, semoga aja di WordPress ini gak stuck dan bisa dapet projek freelance sederhana.
Aris » Andres
Mantap, saya ada sedikit saran nih Mas. Coba sedikit kasih waktu luang untuk Javascript. Ini lumayan lagi hype untuk Fullstack Engineer di ranah tech startup, dsb. Karena casenya, JS ini fit di frontend dan backend. Lumayan jadi senjata ampuh. Atau mungkin masnya sudah tahu stack yang lebih keren, nanti kita belajar bareng aja hahaha.
Andres ✍️ » Aris
Saya sudah coba belajar javascript juga mas, cuman di frontend ini saya lemah di CSS, beberapa bulan yang lalu saya sudah ngerti konsep react js, tapi terhalang sama slicingnya CSS 😅 bener-bener lemah saya perihal CSS mah😅.
Aris » Andres
Btw, kalau dirasa belajar sendiri sulit. Beli course aja di coursera mas, honestly saya gak terlalu tertarik atau bisa juga di frontend programming. Saya banyak di Backend & Infrastructure hahaha.
Andres ✍️ » Aris
Backend saya pernah coba belajar laravel, enak juga pakai laravel tuh loginnya sudah otomatis dibuat sama laravelnya. Oke mas, nanti saya coba deh ambil course di Coursera.
Aris » Andres
Oh iya, seingat saya di laravel emang ada fitur Pakai auth. Terakhir issue saya ada di extensible untuk pakai JWT Auth instead of Token yang by default di provide Laravel. Alhasil, balik lagi ke Go deh yang sering dipakai hahaha. Mantap mas, keren.
Kurnia » Aris
Belum tidur bang?
Aris » Kurnia
Weh ada suhu.
Kurnia
Tambahan buat mas Andres
kalau emang purposenya cuma nulis blog ya mending pakai aja WordPressnya langsung.
Kalau emang mau belajar programming mending coba bikin fullstack CRUD apps aja dulu. Nanti juga selama waktu berjalan dan gaji ga naik naik bakal jadi bisa 😃.
Kurnia » Aris
Buat personal ini. Buat naikin engaagement Linkedin.
Aris » Kurnia
Pengalaman banget neeh, passion jadi Software Engineer. Nyangkutya di DevOps 😂.
Andres ✍️ » Kurnia
Siap mas 😁 keperluan emang buat nulis pribadi sih mas, tapi ada juga keinginan untuk jadi web developer.
Andres ✍️ » Kurnia
Dari bulan Maret saya belajar coding, tapi masih belum bisa buat 1pun website tanpa lepas video. Mengerti konsepnya, tapi lupa sama alur, dan kesulitan baca dokumentasinya 😂.
Kurnia » Aris
Yoman. Karena starting salarynya beda emang. Namun, tetao aja ngoding ngoding juga ujungannya.
Aris » Andres
Jangan percaya sama film mas, coding wajar buka banyak referensi. Wong yang udah kerja juga kadang copas stackoverflow hahaha.
Andres ✍️ » Aris
Oh iya itu saya ngerti, tapi untuk baca dokumentasi rada susah karena bahasa Inggris saya kurang memumpuni 😂.
Aris » Andres
Mas otodidak ya? Udah buat roadmap belajarnya belum? Ini saya ada referensi artikel bagus tentang roadmap belajar otodidak yang align dengan programming dari pak bos dulu hahaha.
https://software.endy.muhardin.com/life/otodidak/
Otodidak · Living life and Pakai it Better.
Andres ✍️ » Aris
Iya otodidak, kalau backend saya ngikutin YouTube loro academu.
Aris » Andres
Saya juga otodidak dulu kok mas, semangat mas semangat hahaha.👏1

👈 lihat SS percakapan tadi

Dedi
Ibarat perjalanan Surabaya ke Jakarta.
WordPress = naik pesawat.
Pure Coding = jalan kaki.
Semoga menginspirasi.👏🤭2
Junet
Kalau gue lebih menganggap WordPress itu adalah platform buat support content marketing aja sih. Karena udah compatible banget buat berbagai teknik SEO ya.
Namun, kalau core business site lu butuhnya yang advance ya monggo mending code native.

Andres ✍️ » Junet
Jadi kalau mau sekalian belajar SEO atau digital marketing lainnya, WordPress ini cocok banget mas? Kebetulan saya tertarik juga sama Digital marketing.
Junet » Andres
Kalau dari pengalaman gw bisa ucap cocok. Banyak plugin yang bisa bantu lu optimasi mulai dari onpage sampai link building. Saran gw coba cari tau aja dulu basic digital marketing nanti bakal tau kapan lu harus pakai WordPress kapan lu harus optimasi business site.
Andres ✍️ » Junet
Siap siap mas, makasih banyak yah 😁😁😁.

Annie
Kalau anda memang mampu pure coding ndak masalah bisa pakai framewordk laravel atau codeigniter, kalau saya ndak mau ribet, pakai WordPress dan fokus ma artikel. Ini aja udah mumet😀.

👈 lihat SS percakapan tadi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *