Curhatan para Programmer Otodidak Ga Kuliah



Katsubaki
Seriously asking .
Apakah di sini ada programmer yang belajarnya otodidak (tanpa kursus maupun kuliah di jurusan computer science)?
Boleh ceritain nggak bagaimana cara kalian mempelajari ilmu pemrograman? Berapa lama? Dan apakah kalian sudah menerima proyek secara profesional? Sejak kapan kalian mulai berkarir sebagai programmer?
👈 lihat SS pertanyaannya

💬🗨

Wira
Kebanyakan kuliah 😂😁.

Katsubaki ✍️ » Wira
Makanya saya bertanya.
Wira
Kalau ane kuliah + otodidak belajar 😂.
Katsubaki ✍️
Gapapa mas Wira, sampeyan boleh bercerita juga tentang proses belajar sampeyan. Walaupun pertanyaan saya khusus programmer yang "belajar mandiri", tapi sebenarnya tujuan saya adalah mendengar pengalaman orang sih. Jadi, gapapa kalau mau cerita, langsung aja coret² di sini!
Wira
Kalau saya sih awalnya karena niat belajar dulu 2010 sering bikin blog Blogger/WordPress terus pas kuliah belajar native saya rasa pengen pelajarin yang lain ya mulai belajar Content-Management-System (CMS) WordPress, Joomla & drupal sampai Framework Laravel.
Katsubaki ✍️ » Wira
Oke² berarti belajar programming itu waktu kuliah ya? Sebelumnya hanya blogging.
Katsubaki ✍️
Eh apa saya salah ya, maksudnya mas Wira belajar dari ngoprek blog dulu gitu ya?
Wira
Iya dari ngoprek blog itu tahun 2010.
Wira
Waktu baru mau lulus sekolah 😁.
Kuliah di computer science 😁.
Katsubaki ✍️
Oke deh. Thank you mas sudah berbagi pengalamannya!

👈 lihat SS percakapan tadi

705
Bukan programmer, hanya blogger/penulis yang belajar otak-atik theme WordPress dari Googling. Begini ceritanya:
Kalau saya dimulai dari men-download tema gratisan, lalu dibongkar pasang (oprek) untuk belajar langsung di web yang sedang jalan. Kalau ada bakat, tidak semenakutkan yang dibilang orang² kok, cukup ngerti CSS + sedikit paham HTML sudah cukup. Kan banyak tuh beberapa kawan blogger takut belajar oprek² karena sudah disuguhi doktrin harus ngerti ini, itu dll.
Untuk Fungsi² PHP di theme-nya, nah itu tantangannya dalam memilih² theme gratis yang mau dioprek² + ketelitian memungut script² yang bertebaran di Stack Overflow. Saya dari awal ngeblog juga cuma model gitu, oprek² theme gratis, tidak harus paham programming. FYI, basic saya sebenarnya "seniman KTP" (😅), tepatnya di bidang musik, foto, dan tulisan.
Saya sejak 2013 pakai theme gratis Basic-nya Themify (https://themify.me/themes/basic), lalu dibongkar pasang/oprek². Malah hampir semua theme blog saya hingga kini cuma "peranakan" dari theme basic Themify itu, semacam "satu jadi banyak". Kalau dilihat kasat mata sih udah benar² beda sekarang, tapi kalau di-inspect element, ketahuan jejak² theme aslinya.
Kenapa Basic-nya Themify? Dulu saya asal pilih aja sih. Sekitar tahun 2013 kan terpaksa harus mengadaptasi responsive design (terbilang telat), tapi bingung gimana cara bikinnya. Akhirnya ketemu ide dengan mengunduh theme responsive gratisan yang ditemui di Google secara asal/random, lalu dijadikan "cangkang" untuk theme² lama yang belum responsive.
Jadi saya pindahkan satu demi satu atau section per section theme lama saya (non-responsive) ke theme baru tersebut (yang sudah responsive), mulai dari header, body utama, sidebar, footer dst. Mungkin ada yang ucap, caranya kok lugu amat, hahahaha. Memang saya tahunya seperti itu doang caranya, enggak ngerti CSS Grid, Bootstrap dll.
Untuk inspirasi oprek², saya sendiri jarang ngambil dari theme WordPress, tapi lebih milih langsung nge-ATM-in desain web² mapan via inspect element. Dari awal ngeblog, web² seperti Thenextweb, The Verge, Huffingtonpost, Popsugar, Pingdom Blog, atau bahkan web-nya Reddit yang sering saya jadikan "contekan", hingga terciptalah beberapa tampilan "oplosan". 😅.
Selama ini saya sih hanya "nyontek" desain header dari situs A, "ngejiplak" tampilan sidebar dari situs B, "ngopi" gaya footer dari situs C, dst. Dst. Paling asyik ketika sebuah desain sudah "ditiru", eh tak berselang lama web yang ditiru melakukan perombakan desain besar²an, hasilnya yang meniru kini malah punya desain unik. 😎.👏5

Katsubaki ✍️
Wow tepuk tangan nih.
Katsubaki ✍️
Keren sih proses belajarnya. Terimakasih banyak sudah mau berbagai cerita kak.👏1
Fatoni » 705
Angkat saya jadi muridmu guru🙏.
705 » Fatoni
Hahaha. Angkat aku jadi tukang kebunmu dong Hu. 😁.👏1

👈 lihat SS percakapan tadi

Adi
Kalau diceritakan gak bakal muat om.

Katsubaki ✍️ » Adi
Wes bau bau master

Warkim
Tips: pendidikan atau tidak sama aja bohong tanpa.
1. Menyukai/meniatkan.
2. Belajar/fokus.
3. Memulai menulis koding.
4. Mengulang-ulang.
5. Membuat mini project.
Semua itu bohong kalau nggak ngelakuin 5 hal di atas.👏4

Katsubaki ✍️ » Warkim
Thank you! Setujuuuuu

Reza
Terlalu panjang ya kalau diceritain juga. Kebetulan juga hanya blogger biasa yang sering nulis baik di media online maupun cetak. Bukan dari basic programmer (dari pendidikan computer science, bootcamp, les lesan, dll). Full otodidak.
Jaman sekolah bantu ekstra dan osis. Jaman kuliah mulai bantu gratis kebutuhan web dari unit kegiatan mahasiswa dan himpunan karena kalau bayar anak if, harganya gak masuk, haha. Belajar pokonya dari sumber utama misal w3sch, komunitas (blogger, phpcom, dll).
Belajar bahasa program, walau bukan anak cs/if, keanya waktu smp ada pascal, sma ada c, tapi semua itu hanya untuk bikin post hello saja. Ketika kuliah baru ada matlab, phyton, dan c++ yang lebih komplek untuk anak teknik.
Selama ini menggunakan ilmu ini masih kebanyakan bantu yang non profit. Senang untuk hal hal sosial.
Berapa lama? Keanya pegang blog pertama di 2009. Mulai tahu sintaks dll di 2011.👏1

Katsubaki ✍️ » Reza
Super! Lengkap pisan.
Btw kalau saya cuma pernah diperkenalkan nulis code di notepad sama guru. Dan sebatas hello world dan memberi warna, ngatur font, dan posisi dan teks berjalan.

👈 lihat SS percakapan tadi

Dedi
Kalau saya dulu bermula dari belajar HTML pakai dreamweaver…awalnya memang diajari tmn kost di kampus Karena wkt SMA sm sekali gak pernah pegang komputer. Setelah itu lanjut belajar sendiri HTML n CSS dari buku² di perpus, gramedia, n Google-yahoo. Sempat aktif ngoprek Friendster pakai ilmu ATM…Trs lanjut belajar blogspot. Wkt itu lebih sk pakai blogspot Karena bisa otak atik tampilan.gak kea WordPress versi gratisan. Trs kenal yang namanya Joomla.akhirnya belajar localhost, PHP n mySQL.saya malah sempat jadi trainer Joomla pdhal bukan programmer.hehehe.prinsipnya adalah mempelajari pola atau stuktur coding yang dibuat org sambil mempelajari alur berpikir pembuatnya…Karena melihat WordPress lebih simple akhirnya belajar WordPress dan sempat jadi trainer WordPress di kampus.hehe.sekarang kalau bikin web, pakailah WordPress… Apalagi WordPress sdah semakin mudah dengan bantuan 3rd party.gak terlalu banyak mkn wkt tuk coding…kalau ditanya berapa lama belajarnya saya bilg sampai sekarang belajar Karena bukan expert dan hny menerapkan ilmu ATM.jadi jujur aja agak rumit belajarnya jika dibanding tmn² yang memang dari awal sudah dididik tuk jadi programmer. Pasti istilah² dan teknis² yang ilmiah sudah jadi makanan Mereka sehari². Tuk project yang pro pernah dapat dari dosen kerjasama dengan sbh dinas di Surabaya, ngerjain marketplace pakai Joomla.👏1

Katsubaki ✍️ » Dedi
Boleh nggak saya tanya, gimana caranya ngoprek friendster. Maksudnya apa sih tahap-tahapnya? Dari mana kita bisa mengakses sourcecodenya friendster?
Katsubaki ✍️ » Dedi
Lalu soal 3rd party itu contohnya seperti apa? Elementor kah?
Dedi » Katsubaki
FS dulu memperbolehkan qt ubah tampilan profil dengan mengatur-atur css. Mereka sediakan halaman settingannya. Namun, itu cuma sebatas warna dan font…kalau mau lebih adalah dengan injek JS.
Dedi » Katsubaki
Betul. Elementor salah satunya.
Katsubaki ✍️
Dedi Oh oke saya ngerti. Jadi seasyik itu ya? Saya pikir tadinya programming hanya bisa diterapkan di tempat² tertentu, maksudnya seperti Eclipse dan IDE² lainnya. Ternyata situs² yang akrab dengan kehidupan kita sehari² juga bisa jadi tempat ngoprek² ya?
Dedi » Katsubaki
Asyik kalau kita menyukainya.
Katsubaki ✍️ » Dedi
Makasih bung Dedi!
Dedi » Katsubaki
Sama²…hehehe….👏1

👈 lihat SS percakapan tadi

Gunawan
Saya kuliah jurusan Informatika. Namun, untuk skill programmingnya saya lebih banyak belajar dari internet. Hasilnya, saya sudah terima beberapa projek. Supaya lebih paham bahasa pemrograman, coba buat aplikasi dengan bahasa yang mau dipelajari. Kalau udah bisa, pasti akan ketagihan. Sama kea saya dulu. Portfolio saya: profile.makinrajin.com.
Alexandromeo's Profile.👏1

Katsubaki ✍️ » Gunawan
Thank you cerita dan sarannya! Btw, nice portfolio.

Omadi
Kuliah advertising, kerja software engineer 😂.

Katsubaki ✍️ » Omadi
Wih seru nih keanya ceritain gan.
Omadi » Katsubaki
Gak ada yang spesial gan. Awal² dari blogging terus belajar koding juga karena kebutuhan blog. Lama² belajar yang lainnya. Fokus aja gan ke belajarnya, dan coba ajarin ke orang lain apa yang sudah dipelajari dari pengalaman sih terpaksa karena projek atau terpaksa belajar karena harus ngajarin orng paling cepet bisanya 😂.
Omadi
Kalau berapa lamanya tergantung masing² dan kerja kerasnya gan. Saya dulu gak kuliah IT, gak pernah ikut kursus atau kegiatan² seminar dll (kere wak³). Butuh wktu skitar 2 tahun supaya bisa kerja di dunia IT.
Katsubaki ✍️ » Omadi
Menarik nih, mungkin emang perlu dorongan ya tuk belajar program. Contohnya, mas harus menylesaikan proyek, jadi mau gak mau mesti belajar deh.
Waktu 2 tahun termasuk cepet sih menurut saya. Keren.
Omadi » Katsubaki
Yes dorongan penting amat gan. Kalau gak ada ya di buat aja dorongannya hehe.
Contoh pribadi, sekarang lagi mau belajar buat mobile app. Karena gapernah dapat ksmpatan di dunia kerja saya buat aja blog tutorial https://belajarflutter.com/ padahal belum pernah terjun di mobile 🙈.
Belajar Flutter – Membuat Aplikasi Android dan iOS jadi Mudah dengan Flutter.
Katsubaki ✍️ » Omadi
Oke, udah mampir websitenya. Keren! Lanjutkan terus biar banyak yang tau tutorial² seperti itu.

👈 lihat SS percakapan tadi

Gilang
Saya bro, .
Awalnya belajar borland dan c++ di gramedia. Sebelum internet booming, jaman telkom flash.
Lalu lanjut otodidak unix dan bahasa C nya.
Kesananya jadi mudah.
Ga grammer aja, saya jadi gampang buat belajar software baru. Autocad 2000 wkt itu saya pelajari ga sampai sebulan langsung ke 3D nya. Saya kasih sentuhan VBA.
Sekarang lagi belajar mendalami SEO.
Komputer saya dulu intel s, win 98.
Mengenang jaman dulu.
Jangan buly. Saya orang udah tua. Hhe.

Katsubaki ✍️
Tidak dibully kok suhu, malah saya pengen belajar dari pengalaman suhu. Sepertinya saya relate banget. Saya pun juga berawal dari baca² aja. Bedanya, saya nggak kunjung ahli hehe.

Pranoto
Saya kuliah, lulusan s1, tapi ilmu teknisnya yang buat kerjanya banyak otodidak.
Pertama megang bahasa basic pas kuliah semester 1, lanjut pascal, delphi, visual foxpro, visual basic, html, css, js, terus pas kerja akhirnya pakai delphi.
Lalu belajar PHP, Java, Laravel, CodeIgniter, Json, Xml, sampai belajar Android Studio.
Enaknya otodidak itu bebas, mau belajar apa saja. Problemnya biasa bingung roadmapnya. Namun, sekarang sudah gampang nyari roadmap yang benar di github.
Tidak usah minder belajar otodidak. Cuma kadang kita perlu ambil sertifikasi buat menaikkan trust klient saja. Namun, tetap di akhir yang paling penting itu skill.👏3

Katsubaki ✍️
Keren banget. Makasih gan saran²nya!👏1

Hanief
Apapun bidangnya. Intinya passion. Cobain semua mumpung masih muda. Kalau ada yang nyaman Lanjutkan. Duit nanti akan ngikut seiring berjalan waktu.

Katsubaki ✍️ » Hanief
Sip

Sulhan
Jaman sekarang kepengin jadi programmer itu modalnya cuma internet saja, ilmu bertebaran di internet, tinggal mau belajar dan mencoba atau tidak.👏💗2

Katsubaki ✍️ » Sulhan
Oke gan

Umar
Emm… Cuman sampai Web aja. Karena waktu itu motivasinya ya duit dari web. Sambil translate komik. Ya. Terus-terusan aja.

Katsubaki ✍️ » Umar
Wih yaudah gaskeun terus gan

👈 lihat SS percakapan tadi

Momon
Kuliah elektro, jadi asisten pemograman Pascal, kerja telekomunikasi instalasi hardware dan software, manage software telko, ada scripting shell sedikit, kantor nyuruh belajar python buat automasi, tapi belum sempat kepake, temen SMU yang dokter minta dibuatkan aplikasi medis, dipakai 3 klinik sampai ke batam, terus temen yang sama minta dibuatin aplikasi hes dipakai di perusahaan baja, waktu nganggur dapat job dari orang Belanda bikin aplikasi konstruksi kapal.

Katsubaki ✍️ » Momon
Apa saya bertemu master?
Momon » Katsubaki
Belum mas, saya masih pengajar python fundamental, ada video yang saya rilis di www.pintaar.com.👏1
Katsubaki ✍️
Boleh nih tontonannya. Terimakasih!👏1

Aemes
SD kelas 1 diajarkan ngeblog oleh bapak, masih pakai blogspot, dulu bapak main afffilihate marketing.
Terus mulai pakai WordPress, kelas 6 dikenalin VB dasar oleh temen yang udah kuliah, waktu itu buat kalkulator sederhana, terus otak-atik WordPress juga, kelas 8 mulai suka belajar PHP, iseng² cari gimana cara bikin Content-Management-System (CMS), habis itu saya kenal python dari codesaya, codesaya ini benar-benar membuat saya tertarik sama python, sampai sekarang saya lulus SMA masih suka python dan PHP, sebenarnya node js juga menarik, tapi komputer saya agak berat untuk node_module nya😭, jadi selama ini saya belajar otodidak.
Baru lulus SMA ini saya masuk informatika, mahasiswa baru, belum masuk.👏2

Katsubaki ✍️ » Abdalhaqq
Senang sekali mendengar ceritanya. Terimakasih ya sudah mau mampir di sini.
Aemes » Katsubaki
Sama-sama, hehew.👏1
Katsubaki ✍️
Jujur, ada kemiripan dengan saya, dulu Bapak saya juga yang mengajarkan saya memakai internet tuk berbisnis dan bersosialisasi.
Katsubaki ✍️
Terimakasih banyak saya jadi inget kenangan sama Bapak saya hehe.🤯1

👈 lihat SS percakapan tadi

Kirman
Cerita singkat aku.
Saat kecil sekitar 10th aku suka dengan elektronik karena mungkin karena terinspirasi dari paman aku sob seorang teknisi elekronik.
Pada tahun 2017 – 2018 aku Mulai usaha kecil dari perbaiki alat elekronik sampai teknisi ponsel dan digital printing sudah aku lakukan namu tidak berjalan saat itu, .
Aku sudah merasakan belajar Front end & blogger + WordPress theme creator tanpa guru sob, hanya memanfaatkan sebuah ponsel dengan koneksi internet + pikiran yang luas dan tekad yang kuat, langkah demi langkah aku lakukan dan ber do'a.
Awalnya sih gak ada basic sama sekali di sih bidang web, aku sih basicnya sih teknis elektronik autodidak seperti di atas Namun, mungkin ini Jalannya sob, magang di web development.
Apa mungkin saat itu aku ke tiban buah KELAPA saat dulu ya🤔, jadi intinya Alhamdulillah ya Alloh.
STEP BY STEP BELAJAR AUTODIDAK.
Mulai dari operek sana operk sini dari mulai tema blogger smapai website, .
HTML, CSS, JS (3 bulan).
Framework (mengikuti).
PHP + jQuery (2 bulan).
API blogger dan Xhtml (2 bulan, paling susah karena tidak ada tutorial nya).
Database dan api (tag by tag) WordPress theme (2 Minggu).
Dan sampai sekarang pun aku gak pakai PC untuk projek aku bisa dibilang sederhana sih, bukannya gak mau PC, tapi lebih enakan menggunakan ponsel untuk membuat projek nya, karena mungkin sudah biasa + kapan aja di mana aja.
Dan Alhamdulillah sob sekarang aku berusia 19 dan aply di website sendiri, sebagai theme custom creator dan front end designer. Alhamdulillaah ya Alloh.
Pendidikan aku Madrasah ibtidaiyah dan SMP, saat ini pun izazahnya pun belum di ambil sob karena aku badung saat sekolah😂.
WEBSITE aku:
Kirmanalidris.com.
m.kirmanalidris.com (projek klient area belum selesai sob 😂, fungsinya sebagai tempatnya para klient yang melakukan pemesanan custom + produk).
Keanya sih aku gak pantes di sebut programmer (maaf🙏 bila mlenceng ya para suhu), menurut ku, aku hanya sebatas web design aja sih menurut aku, .
Oh iya, saat ini aku mencoba membangun "web earn noney" dan semoga aja bisa bermanfaat dan menghasilkan bagi aku dan pengguna semuanya ya sob.
BTW maaf nih tulisannya panjang 🙏.

Katsubaki ✍️ » Kirman
Wah cerita bung Anda begitu menginspirasi. Insya Allah ke depannya bukan saya saja yang diinspirasi, tetapi banyak orang, milyaran penduduk bumi.
Keep low profile! Btw boleh saya tanya, belajar front endnya pakai apa? (Nama softwarenya).
Kirman » Katsubaki
Quoda premium + unwriter premium + acode premium (apps android) dan dashboard blogger.
Diakses di android mas.
Katsubaki ✍️ » Kirman
Kalau buntutnya premium, aplikasinya berbayar ya?
Kirman » Katsubaki
Iya.👏1

👈 lihat SS percakapan tadi

Dino
Saya kuliah perhotelan punya hobby main drone, tahun 2012an pengen jualan parts drone di web sendiri biar kaya hobby shop besar. Karena buta coding dan niat besar saya gandeng temen saya yang web dev, tapi kerjanya lama.
Akhirnya nekat belajar sendiri pakai dreamweaver sampai otak mau jebol akhirnya nyerah dan belajar wix. Dulu wix blom support rupiah untuk OL shopnya jadinya saya ga lanjutkan.
Ngobrak-abrik Google dan youtube akhirnya nemu yang namanya WordPress, saya belajar sendiri dari tutorial youtube dari yang namanya beli hosting sampai setup WordPress dan woocommerce, sampai akhirnya web dan bisnis saya berjalan.
Theme pertama kali pakai storefront lalu untuk dapetin fitur dan tampilan yang saya suka saya pakai hampir 20 plugin dan dulu ga tau kebanyakan plugin ternyata bikin web lemot hahahaha.
Setelah balik modal, bosen jualan dan main drone akhirnya web ga saya lanjutkan, tapi berkat kenekatan itu saya jadi bisa bikin web sendiri walaupun pakai Content-Management-System (CMS), sekarang saya ngerti basic html dan PHP.
Domain web pertama saya skyorc.com masih saya simpen walaupun ga dipasangin hosting untuk kenang-kenangan upgrade skill.
Kalau dulu wix udah support rupiah mungkin beda cerita, saya jadi ga punya skill web design, ga naik jabatan ditempat kerja, ato ga bisa cari uang sampingan bikinin orang web.
Terima kasih wix dulu ga support rupiah, terima kasih WordPress, terima kasih buat semua yang udah share ilmu di youtube 😊😊😊.

Katsubaki ✍️ » Dino
Asyik nih. Thanks for sharing. Nanya boleh? Jualan website itu apa saja sih yang dibutuhin? Saya sering lihat biaya jasanya berbeda beda (antara satu degan yang lainnya). Saya pikir, apakah mungkin kelengkapannya beda².

Wak
Ngikutin youtube web programming Unpas, dari html, css, js, PHP, codeigniter, API, Github. Lumayan lengkap untuk pemrograman web. Hanya pernah ngerjain satu projek pendataan barang punya temen, saya dikasih 500rb sudah amat seneng Karena baru bisa native. Untuk kerja dikantor keanya sedikit sulit kalau nggk ada ijasah atau sertifikan atau ORANG DALAM. Niat saya sih mau saya ajarkan ke anak² lain jika ada kesempatan. Untuk dunia kerja saya sedikit pesimis.
Namun, kata temen² di dunia kerja itu nggk bisa hanya menggunakan ilmu yang kita miliki, harus selalu belajar terus, soalnya pekerjaan digital berkembang pesat. Saya sendiri baru mulai codeignoter 3, eh muncul codeigniter 4.

Katsubaki ✍️ » Wak
Oke gan. I'll keep in mind. Terimakasih pandangannya.

👈 lihat SS percakapan tadi

Ricky
Saya memiliki latar belakang pendidikan IT Namun, lebih ke Jaringan. Alias saya sekarang ini Fresh graduate SMK TKJ. Awal suka dunia IT dari SMP kelas 8, di situ awal kenal komputer sudah sukak. Mapel TIK dulu emang favorit meski gurunya juga jarang praktek, tapi dari situ ada booster untuk otodidak. Lanjut masuk SMK TKJ ga ngerti bahasa pemrograman, taunya TKJ ya komputer, bongpas komputer, dll.
Awal belajar programming memang kelas 10 SMK ada mapel pemrograman dasar dengan C++, di situ awal saya tau bahasa pemrograman. Sampai naik kelas 11 saya tidak mendalami lagi. Alih-alih naik kelas 12 tahun lalu tepatnya bulan November, saya mulai belajar tentang website, lalu belajar HTML, CSS, Bootstrap. Lanjut back end bulan Maret yang lalu dengan menggunakan PHP. Dari prosedural, oop dan sekarang mendalami CI, OOP, Ajax, DOM dan ES6. Alhamdulillah sekarang lulus sudah kerja sebagai Junior Programmer di salah satu startup di Jakarta.
Semua berawal dari niat, mau tau, dan rasa penasaran yang dalam. Saya full otodidak belajar dari web, YouTube, sampai membeli ebook. Waktu sekolah setiap jam kosong, sempet²in buat belajar pemrograman. Pulang sekolah langsung buka laptop, Lanjutkan belajar. Atur jadwal sendiri utnuk belajar, main, sama ngoding. Saya dulu pas SMK juga selalu menghayal kerja sebagai programmer, sering kalau mau tidur menghayal dahulu. Itu motivasi buat saya agar selalu semangat dalam belajar, dan Alhamdulillah sekarang tercapai hayalan saya.👏1

Katsubaki ✍️
Alhamdulillah ikut seneng dengernya. Boleh tau waktu belajar pemrograman pakai laptop spek apa?
Ricky » Katsubaki
Laptop saya beli bekas, Core I3 Gen Pertama, RAM 2GB, HDD 500GB. Namun, sudah upgrade RAM jadi 6GB.
Katsubaki ✍️ » Ricky
Siap! Terimakasih sudah sharing.
Susanto
Mohammad Rizky Sanjaya Kelihatannya sampean bakal maju…, apalagi kalau diteruskan sampai kuliah, karena otodidak cuma kecepatan waktu belajarnya saja yang beda sama yang kuliah… yang kuliah mungkin lebih ke konsep² sudah dikasih tahu mesti ke arah mana… sedangkan yang otodidak keanya untuk mengetahui suatu hal mesti puter² dulu baru ketemu. Namun, karena muter pemahaman juga lebih luas… (ini dugaan sih… bener nggaknya nggak tahu… tergantung tingkat expertnya aanda juga sudah sapai mana ya 😃 ).
Ricky » Susanto
Aamiin. Terima kasih mas, saya sendiri juga pasti akan kuliah, nantinya selama kuliah akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar pas lulus ada pengalaman 4th untuk Programmer, sehingga kalau nanti melamar kerja bisa langsung ke senior atau project manajer 😃.

Ilvy
Banyak banget resources untuk belajar autodidact, Udemy, plural sight, eduonix, Linkedin… kalau kursus yang berbayar online gini materinya lebih terstruktur.

Katsubaki ✍️ » Ilvy
Terimakasih.

👈 lihat SS percakapan tadi



Baca jua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *