9 Tipe Pembeli di Marketplaces

A. Discrete Appreciation
Seorang pembeli yang mengidap penyakit ini menampilkan gejala sebagai berikut:
Dia ga akan kasih bintang 5, maksimal bintang 4. Lu ga bakal dapat balasan seandainya lu tanya, “bagaimana saran Anda supaya kami dapat meningkatkan pelayanan atau kualitas produknya?”
Dia baru bekoar saat dia lempar bintang 1. Barulah lu tahu isi hatinya.

Bintang 4 bukan berarti perasaan paling puas bagi mereka. Kalau mereka ga kasih lu bintang berapapun artinya mereka mendapatkan puncaknya kepuasan. Hingga mereka takut produk lu booming. Rasa takutnya sampai seakan-akan seandainya mereka beli sebungkus BAKSO ACI dari lu sementara mereka pun jual, mereka ga mau kasih bintang 5 karena takut BAKSO ACI dagangan mereka kalah.

B. Baper
Seorang pembeli yang menderita ini menampilkan gejala sebagai berikut:
Mereka banyak tanya, tapi kamu berhati-hatilah menjawabnya. Gunakan emoticons (+) yang menegaskan kamu membalas dengan senang hati.

Saya pernah membalas seorang pembeli yang banyak tanya dengan kalimat2 baku. Ketika dia temui satu kalimat yang membingungkan dia, dia malah tersinggung. Tadinya dia mau pesan 4 unit suatu produk, dia tetap membeli tapi hanya 1 unit. Dia tidak memberi ulasan, itu lebih baik dari pada dia lempar bintang 4 ke bawah.

C. Menyamar sorang Dropship
Ada orang yang belanja untuk dirinya sendiri dengan menyamar sebagai seorang dropshiper. Nomor HP dropshiper dan end-user-nya sama. Ongkosnya lebih besar dari harga produknya, saya ga yakin dia dapat untung.
Harga produk Rp21 ribu, ongkosnya Rp28 ribu. Dia jual produknya dengan harga?
Sabar, ini ujian. Kamu sedang diuji apakah kamu seorang dropshiper atau bukan. Saya belum dapat mereka-reka alasan untuk apa untungnya dia menguji saya dengan menyamar sebagai sorang dropshiper? Toh, produk saya murah bersaing dengan produk sejenis lainnya.

D. Secret Address
Penderita ini mengalamatkan diri mereka pada alamat kantor atau alamat perusahaan tempat mereka bekerja. Hebatnya mereka kerap belanja di hari kamis atau jumat. Padahal kantor mereka hanya menyala dari senin sampai jumat atau menyala sampai sore pk.16.
Pernah seorang penderita ini pesan produk yang mesti dikirim pakai gosend sameday di malam jumat. Hari jumat pagi kesiangan pesanan baru dijemput. Bukan kurirnya kurang mengutamakan dagangan saya sampai duluan, memang jarak toko saya ke pembeli adalah jauh. Abangnya tiba ditujuan, dia telp saya, gedungnya sudah tutup, orangnya ga ketemu, telp tidak diangkat, lalu abangnya telp saya.

tipe pembeli

Padahal barang itu ga boleh diundur penerimaannya ke senin, Itu produk makanan basah, undur ke sabtu saja sudah berkurang freshnya apalagi undur ke senin. Saya angkat telp abang gosendnya, saya balas bahwa titipkan saja pesanannya ke orang yang kenal di sekitar situ. Abangnya masih lama di sana sambil istirahat makan jajanan malam. Abangnya tanya saya, “apa saya bawa ke rumah, nanti saya balik lagi?”. Gak masuk akal menurutku, kok dia mau balik lagi, sayang waktunya, walau saya belum bilang itu makanan basah, kalaupun dia balik lagi besok sabtu, itu sudah berkurang freshnya.

Saya bilang titipkan saja ke satupun orang yang kenal, tugas abang hanya kirim pesanan lalu selesai, abang dapat uang. Saya tidak mau ambil pusing, siapa suruh, si pemesan belanja makanan basah dengan alamat kantor di hari jumat pula.

E. Robot2 yang memiliki jiwa
Sebenarnya, saya tetap kecewa pada ulasan kering, yaitu ulasan tidak unik hanya kombinasi susunan ungkapan yang disediakan marketplacenya, diantaranya sebagai berikut:
“pengiriman cepat, wah bagus, pelayanan baik, pengemasan baik, produk sesuai deskripsi, …”
Bintang 5 dari mereka kecil kemunkinannya dapat meyakinkan seseorang untuk membeli produknya.

F. Jackpot! Bingo! 777!
Merekalah pemberi ulasan 5 dengan gambar, ungkapan perasaan yang lebih panjang lebar dan emoticon (+). Bagaimana cara saya menemukan seorang dari kelompok ini? Agaknya biner, yaitu ada dua kemungkinan. Karena mereka biasanya banyak tanya sebelum belanja. Jawab dengan kalimat yang luwes, pilih diksi yang lembut. Mereka suka pertanyaan per pertanyan kita jawab dengan kalimat lebut disertai emoticons. Kita ngemonk mereka, balas pertanyaan2nya seperti kita balas celotehan balita.
Kemungkinan 1: Kalau kita membuat kalimat balasan yang membingungkan, itu bisa memicu mereka menjadi baper.
Kemungkinan 2: Kalau kita membalas mereka dengan kalimat yang lembut maka BELUM TENTU mereka belanja!

G. Teror1s
Mereka membuat pesanan sehingga kita dikagetkan oleh notifikasi yang memekakkan telinga. Notifikasi itu mirip terdengar SHOPAM, jika Anda sering mendengarnya, itu dikoreksi oleh telinga kita sehingga terdengar SPAM.
Ga ga, memang ada satu marketplace yang bunyi notifikasinya begitu untuk apapun. Saya pernah sedang shalat khusyuk, dari telinga bergetar ke jantung dikagetkat oleh notifikasi itu, SHOPAM. Eh ternyata pembeli yang sama pernah membatalkan pesanan. Benar ternyata dia tidak kunjung membayar. Tujuannya adalah cari followers, tapi saya kira sebagian seller malah jengkel bahkan cenderung blocking dia.
Ada dua subtipe yaitu: mereka yang batal sesaat setelah mebuat pesanan; mereka yang membiarkan pesanannya batal auto.
Saya menemukan ada perbedaan ciri2nya.
Mereka yang batal segera diantaranya tidak pernah belanja, diantaranya belanja kurang dari hitungan jari (5) dalam setahun meskipun mereka menerima ulasan bintang 5 kering dari para sellernya. Yaiyalah, beberapa dari mereka adalah robot-robot tanpa jiwa (E).
Mereka yang membiarkan pesanannya batal biasanya punya tujuan cari followers padahal haters. Makanya mereka takut pasang iklan, mereka takut BONCOS karena upaya pencari followers malah menjadi upaya pencarian haters di antara semua upayanya.

H. KEBAL PROMO
Vocher gratis ongkir ga mempan! Cashback persent ga mempan! Diskon ga mempan! Cashback coins ga mempan! Flash sale/Flash Deal ga mempan!
Sekalipun ada promo mempan mereka belanja kurang dari hitungan jari (5) dalam setahun.
Ditengah hiruk pikuk kemajuan belanja online, promo ga masuk akal mereka tetap KEBAL.

I. Dropshiper Sejati
Seseorang tanya, “barang ini ready?” kamu jawab ready, dia ga belanja, tidak pula menanyakan pertanyaan selanjutnya yang lebih detail karena mereka hanya ‘tes kontak, tes ketersediaan barang’. Karena kamu jawab ‘ready’, mereka puas. Walaupun saya belum pernah menyatakan diri sebagai suplier, ada pula dagangan saya yang paling banyak menerima ulasan bintang 5 di-SCRAP padahal saya reseller. Nah saat saya memutuskan berhenti menjual produk laris yang discrap. Gambar hasil scrap menjadi dagangan kosong.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.