9 Hewan Parasit Berbahaya yang kita harap Bisa Punah

Bicara tentang kepunahan spesies, biasanya kita malah berupaya mencegah kepunahannya sebisa mungkin berhati-hati atau menekan konsumsi spesies yang hampir punah dengan mencari alternatif lain. Konsumsi di sini bukan hanya makanan akan tetapi penggunaan kulit, tanduk, gading mereka. Bahkan di seluruh dunia banyak organisasi nasional dan internasional memberikan perlindungan hukum untuk spesies di ambang kepunahan, misalnya badak bercula satu di Ujung Kulon Indonesia. Banyak ilmuwan juga memperingatkan bahwa kita mungkin berada dalam periode kepunahan massal yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Namun, beberapa organisme sangat berbahaya bagi manusia dan hewan lain sehingga dunia mungkin lebih baik tanpa mereka. Meskipun praktik “kepunahan yang direncanakan” kontroversial, banyak ilmuwan percaya bahwa manfaat membenarkan pemberantasan beberapa spesies tertentu. Berikut adalah 9 hewan yang para ilmuwan dan pejabat publik di seluruh dunia sedang mencoba untuk menghapus dari muka Bumi.

9. Nyamuk Secara Umum

nyamuk
nyamuk

Jika Anda pernah membayangkan dunia tanpa hama pengisap darah kecil ini, Anda tidak sendirian. Tapi nyamuk lebih dari sekadar gangguan gatal. Mereka juga bisa menjadi vektor untuk transmisi penyakit mematikan kepada manusia seperti malaria, parasit darah yang menginfeksi sebanyak 216 juta orang per tahun, sebagian besar di Afrika sub-Sahara. Pembawa utama malaria adalah nyamuk dengan nama Anopheles gambiae. Setidaknya selama 30 tahun terakhir, beberapa ilmuwan telah mempermainkan gagasan bahwa cara terbaik untuk menghilangkan penyakit adalah dengan membunuh nyamuk. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana ini bisa dilakukan sampai saat ini.

Sejak perkembangan teknologi pengeditan gen baru dalam beberapa tahun terakhir, tim ilmuwan yang bekerja dengan Universitas Oxford telah memodifikasi strain nyamuk A. gambiae secara genetika untuk membawa gen dominan yang dapat menyebabkan spesies Anopheles betina menjadi mandul. Jika nyamuk-nyamuk yang diubah ini dilepaskan ke lingkungan, para ilmuwan percaya bahwa mereka akan mulai berkembang biak dengan populasi lain yang menghasilkan seluruh generasi individu yang tidak mampu melakukan reproduksi. Dengan waktu yang cukup, gen infertilitas dapat menyebar cukup luas untuk menyingkirkan seluruh nyamuk A. gambiae dan mungkin menghapus seluruh spesies ini di seluruh dunia. Tetapi jika kalian tidak setuju gagasan tentang sengaja menyebabkan kepunahan suatu spesies, itu berlasan karena upaya menghapus suatu spesies dari ekosistem dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan. Misalnya gen kemandulan mungkin berefek pada mahluk lain yang menerima tusukan Anopheles mandul, gen mandul yang ditransfer dari tubuh nyamuk ke darah Anda kemudian berduplikasi dan menyebar di tubuhkalian dalam darah. Itu kemungkinan terburuk dari usaha mempunahkan nyamuk dengan cari ini, bukan?

Di sisi lain hewan yang dulu memangsa spesies itu atau menjadikan spesies itu makanan pokok mungkin akan kelaparan. Kedua, banyak di komunitas ilmiah telah menunjukkan bahwa teknologi penggabungan gen belum cukup diuji dan melepaskan gen yang diubah ke alam liar akan menjadi tidak dapat diubah. [1]

8. Cacing Guinea

larva cacing guinea
larva cacing guinea

Cacing parasit ini dinamai ilmiah Dracunculus medinensis, dengan menyebabkan penyakit yang sangat menyakitkan dan mengerikan. Larva cacing masuk ke inang manusia mereka melalui air minum yang tercemar dari danau, sungai, atau kolam.

Begitu berada di dalam saluran pencernaan, larva jantan dan betina melewati jaringan tipis lapisan usus dan bertemu melakukan perkawinan. Laki-laki mati tak lama setelahnya, tetapi perempuan bergerak ke posisi tepat di bawah kulit, biasanya di kaki bawah korbannya. Digulung di bawah kulit, dia bisa tumbuh sepanjang 76 cm (30 inci).

Sekitar setahun setelah tiba di inangnya, cacing betina menciptakan lepuhan yang menyakitkan dan gatal pada kulit di mana ia muncul sedikit demi sedikit selama beberapa hari atau berminggu-minggu. Rasa sakit dan ketidaknyamanan dari cacing yang muncul sering menyebabkan orang yang terinfeksi untuk memandikan luka di air, di mana betina melepaskan ribuan telur dan melanggengkan siklus infeksi.

Pada 1980-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai upaya untuk memberantas cacing Guinea. Mereka hampir berhasil, dengan hanya 30 kasus infeksi yang dilaporkan pada tahun 2017. Upaya untuk mengakhiri penyakit termasuk mengobati infeksi aktif dan mendistribusikan filter air ke masyarakat yang rentan terhadap pencemaran serta mendidik penduduk tentang pentingnya tidak minum air yang tercemar.

Meskipun kasus infeksi di tubuh manusia terus menurun, cacing ini baru saja ditemukan menginfeksi anjing. Jadi, kepunahan total mungkin belum berhasil untuk parasit yang menyakitkan ini.

7. Wuchereria bancrofti

cacing kaki gajah wuchereria bancrofti
cacing kaki gajah wuchereria bancrofti

Cacing gelang parasit ini disebarkan oleh nyamuk dan dapat tumbuh hingga 10 cm (4 inci). Di dalam tubuh orang dewasa, mereka berada di saluran sistem limfatik dari inang manusia.

Penyumbatan yang diakibatkannya dalam sistem limfatik inang dapat memicu penyakit yang melemahkan dan mengerikan yang dikenal sebagai elephantiasis yang biasa kita dengar penyakit gajah padahal pembengkakan ekstrem bisa di bagian tubuh lain payudara pada wanita, atau buah zakar yang ekstrem. WHO memperkirakan bahwa sebanyak 120 juta orang terinfeksi di seluruh dunia.

Satu spesies khususnya, Wuchereria bancrofti, adalah penyebab paling umum dari elephantiasis, dan spesies ini hanya diketahui menginfeksi manusia. WHO telah mencari cara memberantas spesies ini supaya punah total sejak 1997. Upaya pemberantas W. bancrofti fokus pada seluruh populasi manusia yang sebagian besar tinggal di Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara, dengan obat cacing setiap tahun. Sejauh ini, WHO telah berhasil di 73 negara yang teridentifikasi ditemukannya orang2 yang terinfeksi cacing ini, 40 negara telah diduga berhasil mencapai status eliminasi total cacing ini.

6. New World Screwworm

screwworm
screwworm

Cacing ini dikenal dengan nama Cacing sekrup baru. Ini sebenarnya adalah tahap larva dari metamorfosis satu spesies lalat, yang mungkin tidak membuat kalian merasa lebih peka terhadap parasit pemakan daging ini. Siklus hidup spesies ini dimulai ketika lalat betina bertelur di dekat luka terbuka pada manusia atau hewan berdarah panas lainnya. Ketika telur menetas, larva membenamkan diri ke dalam daging inang atau korbannya, meninggalkan luka terbuka.

Cacing sekrup pernah umum di seluruh daerah tropis dan subtropis di Amerika Utara dan Selatan. Namun pada tahun 1972, upaya bersama antara Amerika Serikat dan Meksiko menghilangkan lalat ini di dalam perbatasan mereka.

Mereka menggunakan metode yang disebut teknik serangga steril, di mana lalat jantan “dikebiri” dengan memberi mereka dosis dengan radiasi di laboratorium. Laki-laki steril kemudian dilepas ke alam liar di mana mereka kawin dengan betina tetapi gagal bereproduksi seperti perlaku pada nyamuk Anopheles. Hal ini menyebabkan penurunan mendadak dan masif dalam populasi mereka. AS masih mempertahankan laboratorium di perbatasan Kolombia dan Panama yang melepaskan lalat laki-laki steril untuk mencegah spesies berkembang-biak lagi. Namun, cacing ini mungkin belum terkena imbas langsung pemberantasan lalatnya. Pada tahun 2016, wabah ditemukan pada populasi rusa di Florida Keys.

5. Kutu kemaluan

kutu pubic lice crab louse
kutu pubic lice crab louse

Mereka hanya hidup di inang manusia. Kutu kemaluan hanya dapat hidup di rambut yang relatif kasar yang melapisi daerah ketiak (ketiak) dan kemaluan kita. Kutu kemaluan tersebar terutama oleh kontak seksual. Sensasi gatal saat mereka menusuk kulit lalu menghisap darah inang. Selama dekade terakhir, para ilmuwan telah mengamati penurunan kasus kutu kemaluan yang dilaporkan. Itu mungkin karena hilangnya habitat secara akut. Orang-orang mencukur atau menipiskan rambut kemaluan mereka, mengurangi peluang untuk ditempati parasit.

4 Onchocerca volvulus

onchocerca volvulus
onchocerca volvulus

Cacing parasit ini masuk ke darah atau daging manusia sebagai inang oleh gigitan lalat hitam yang hidup di dekat sungai di Afrika dan sebagian dari Amerika Latin, dan Yaman. Infeksi oleh Onchocerca volvulus dapat menyebabkan gatal parah pada kulit serta jaringan parut pada kornea yang sering menyebabkan kebutaan permanen jika tidak diobati. Menurut WHO, penyakit ini, yang disebut river blindness, adalah penyebab kebutaan kedua di dunia.

Selama dua dekade terakhir, Carter Center telah bekerja dengan pemerintah daerah yang terkena dampak di seluruh dunia untuk membasmi parasit. Obat yang disebut ivermectin dapat membunuh cacing di dalam inang manusia dan mencegah penyebaran penyakit. Upaya-upaya tersebut sebagian besar telah berhasil di Amerika Selatan, di mana penyakit ini sudah hilang. Tetapi Afrika masih menyumbang 99 persen dari semua kasus kebutaan ini. WHO memperkirakan bahwa 18 juta orang masih terkena dampak di seluruh dunia.

3. cacing tambang

cacing hook
cacing hook

Cacing tambang dapat masuk ke rumah manusia ketika orang makan sayuran yang tidak dicuci ada telur mikroskopis yang menempel atau ketika anak-anak bermain di tanah dan meletakkan tangan mereka di mulut mereka. Namun cara tersering infeksi adalah melalui kulit telapak kaki. Ketika orang berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terinfeksi, cacing dapat menembus kulit dan memasuki aliran darah. Obat cacing yang dijual di apotik dekat rumah kita juga efektif dalam membunuh cacing dan menghentikan penyebarannya.

2. Tsetse Lalat

lalat tsetse
lalat tsetse

Gigitan lalat kecil ini dapat menularkan parasit ke darah yang menyebabkan penyakit tidur Afrika, infeksi yang menyebabkan demam, kebingungan mental, kelemahan fisik, dan sering kematian jika tidak diobati. Tetapi itu bukan hanya efek langsung penyakit tidur Afrika yang membahayakan orang-orang di wilayah hidup kebanyakan lalat tsetse. Hewan domestik seperti babi, sapi, dan keledai juga rentan digigit dan terinfeksi oleh lalat.

Karena dampak lalat tsetse pada ternak petani di Afrika sub-Sahara, PBB percaya bahwa serangga itu adalah penggerak utama kemiskinan di benua Afrika. Jika lalat ini punah, orang-orang di daerah Afrika yang selama ini terkena akan dapat lebih sepenuhnya menggunakan lahan pertanian yang sekarang terbengkalai.

Upaya pengendalian seperti penggunaan pestisida, perangkap, dan pemusnahan hewan liar yang ditularkan oleh lalat tsetse telah digunakan selama beberapa dekade dengan efek minimal. Tapi teknik yang tampaknya menunjukkan paling menjanjikan untuk memberantas lalat tsetse dari seluruh benua adalah teknik serangga steril, proses melepaskan pejantan yang disterilkan radiasi ke dalam populasi liar.

1. Bedbugs

kutu bedbug
kutu bedbug

Seperti namanya, kutu busuk adalah serangga kecil, bersayap, pengisap darah yang cenderung bersembunyi di selimut, hanya menunggu kita tertidur sehingga mereka bisa keluar dan memakan kita. Mereka telah hidup bersama manusia selama ribuan tahun. Meskipun mereka sudah jarang ditemukan di negara-negara maju setelah pertengahan abad ke-19, mereka tampaknya muncul lagi.

Dalam beberapa tahun terakhir, daerah perkotaan di AS dan Kanada telah melihat wabah yang telah menyebar dengan cepat dan terbukti sulit untuk diberantas, apalagi dihilangkan. Itu karena kutu busuk adalah arthropoda yang tahan banting. Mereka dapat hidup berbulan-bulan tanpa makan, sering bersembunyi di dinding atau di bawah papan lantai kayu agar tidak terlihat. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, ada bukti bahwa resistensi bedbugs terhadap pestisida yang pernah membunuh leluhurnya bertambah pada keturunannya. Meskipun pemerintah lokal di AS berupaya menghentikan penyebaran kutu busuk, satu-satunya cara yang pasti untuk membunuhnya adalah memanaskan lingkungan penuh hingga di atas 50 derajat Celcius (122 ° F), itu tidak mungkin untuk semua rumah.

SP0NS0R:

Kesimpulannya, kebanyakan hawan yang perlu diberantas adalah sebagian besar cacing dan beberapa spesies arthropoda yang hidup sebagai parasit baik ditubuh hewan, manusia maupun buat atau badan tumbuhan penghasil pangan atau sumber daya alam secara umum.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.