11 Pilar Hidup Sebagai Freelancer

Freelancers harus tahu ini. Inilah beberapa hal yang saya pelajari selama bertahun-tahun saya sebagai pekerja lepas. Berikut adalah 10 PILAR untuk freelancer, pekerja kreatif, pekerja lepas harus tahu.

single

1. Para ahli bukan jawabannya.
Blog, guru, mentor, seminar bukan jawabannya. Mereka tidak ada di sana untuk memberi tahu mu dengan tepat Apa yang perlu kamu ketahui. Jika mereka bagus, maka mereka ada untuk memberi kamu beberapa ide, beberapa pedoman, atau beberapa aturan untuk dipelajari dan akibat aturan dilanggar. Ini bukan tentang ahli, ini tentang kamu sebagai pekerja kreatif terutama … apa yang kau alami adalah pertanyaan yang perlu dijawab. Dengar apa yang dikatakan para ahli, tapi ambil saja apa yang mungkin manjadi solusi masalah pekerjaanmu. Hemat waktumu!

2. Klien tidak dapat memberi tahu kamu apa yang mereka butuhkan.
Klien mempekerjakan Kamu karena mereka memiliki masalah. Mereka butuh representasi visual yang hebat sebagai solusi. Mereka pikir mereka tahu cara terbaik untuk melakukannya memotret sesuatu, tetapi sebenarnya tidak. Itulah mengapa mereka mempekerjakan kamu. Ikuti saran mereka dalam hati, karena mereka pasti tahu merek, produk mereka, visi mereka – berdasarkan gambaran yang mereka jelaskan, mereka ingin lihat sketsa terlebih dahulu – tapi kemudian pergi.

3. Jangan bertujuan untuk ‘lebih baik’, bertujuan untuk ‘berbeda’.
Jika kamu bertujuan untuk ‘lebih baik’, biasanya berarti kamu melangkah di jejak orang lain. Akan sering ada seseorang yang lebih baik dari kamu di bidang yang sama dengan pesaingmu. Tapi jika Kamu menargetkan menjadi berbeda – berpikir dengan cara baru, menciptakan hal baru maka kamu sedang merintis daerah kekuasaan (teritorial) mu sendiri. Kamu tidak bisa menonjol dari keramaian hanya dengan menjadi lebih baik. Kamu harus berbeda/mencolok (OUTLIER).

4. Kepekaan estetika sebenarnya penting.
Cari yang satu ini … Saya selalu terkejut bagaimana banyak hal ini terlewatkan. Baca ini dan percayalah: Kamu harus mengembangkan pemahaman yang tajam tentang desain, warna, cahaya, dan komposisi. Kamu perlu tahu untuk kepentingan dirimu dan klien. Ketika klien bertanya kepadamu – MENGAPA desain itu bagus. MENGAPA desain ini lebih baik dari desain itu. Jika kamu tidak memiliki kosa kata, pendapat, kepekaan atau sensibilitas Kamu tidak akan bisa menjelaskan pertanyaan2 klien.
Kamu tidak akan dapat orderan si klien kritis. Atau jika Kamu mendapatkan pekerjaan itu, Kamu harus diperhitungkan untuk dipekerjakan kembali oleh klien yang sama untuk selanjutnya. Percayalah pada saya. Kembangkan kepekaan indera perasa visual.

SP0NS0R:

5. Sederhana itu bagus!
Hampir setiap foto yang jelek terlalu banyak informasi. Di luar dasar-dasar teknis, salah satu alasan mengapa sebagian besar foto gagal adalah karena tidak ada subjek yang menonjol. Seringkali ini adalah kasus dengan desain, film, fashion, sebut saja. Hapus kekacauan, hapus gangguan. Tampilkan desain logo sederhana namun sudah mencakup semua visi-misi klien.

6. Buat kesalahan, cepat belajar.
Sederhananya, Kamu harus dapat belajar dari kesalahanmu. Menghindari kegagalan bukanlah tujuan. Tujuannya adalah pulih dari kesalahan dengan cepat (MOVE ON). Jika Kamu tidak mau membuat kesalahan, Kamu akan lumpuh karena tidak bertindak. Keluar sana dan lakukan passionmu. Jika berhasil, lakukan lebih dari itu. Jika tidak berhasil, ubahlah. Segera.

7. “Nilai” berbeda dari “harga.”
Jangan bersaing pada harga. Itu adalah kematian di bidang kreatif apa pun. Fokus pada memberikan nilai dan keterampilanmu.

8. Jangan lupa kesehatan fisikmu: Sepanjang kamu tidak berjalan ke kantor (atau, benar-benar kamu tidak keluar rumah), kamu mudah terjebak pada rutinitas yang mengabaikan kesehatan fisikmu. Yang sangat disayangkan, karena sebagian besar pekerja lepas dan wiraswastawan memiliki jadwal yang jauh lebih fleksibel tapi mereka malah hajar waktu jendela-istirahat ala workaholik. Ambil 1 jam setiap hari untuk pergi ke gym atau fitness center. Kabar baiknya bulanan member gym amat murah hanya Rp100 ribu atau bahkan ada yang lebih murah dari itu.

berteman

9. Bekerja Dengan Teman-teman sesama Freelancer Bisa Memberi Pengalaman Berharga
Kita dapat anggap teman sesama freelancer sebagai sesama teman kantor, itu dapat membuat jiwa kita lebih tenang sebagai freelancer, ada kalanya kita perlu teman bicara, jangan merasa tersaingi, tapi anggaplah teman sesama freelancer yang mau tatap muka dengan kita sebagai sarana rekreasi.

10. Kamu takut skillmu di kopi freelancer lain
Setiap freelancer ingin tahu berita kesuksesan sesamanya, yang berarti, begitu tersiar kabar keberhasilammu lakukan, meraka meminta kamu menceritakan kesuksesan. Jika Kamu merasakan firasat bahwa orang yang tengah mengajak bicaramu (tatap-muka) sedang mencoba untuk mendapatkan strategi bisnismu yang berharga (atau, sering kali, ide dan gagasan) gratis, katakan ke mereka jasa kamu tersedia hanya untuk didagangkan … pasang harga yang sama dengan klien lain. Ga ada harga temen apalagi ide gratis rahasia perusahaan (dirimu).

dua kucing

11. Hewan peliharaan menggemaskan untuk menemanimu bekerja:
Saya punya 2 ekor kucing. Namun, ada kalanya mereka sangat mengganggu. Kamu sadari betapa hewan peliharaan menuntut perhatianmu. Tapi benefit punya hewan peliharaan lebih banyak bagi jiwamu yang sepi sebagai single fighter freelancer.
🌈 Pekerja Lepas Freelancer Indonesia Kerja Freelance di Upwork

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *