10 Hewan Dengan Racun Neurotoksin, Racun Saraf Mematikan Paling Singkat

Ke-1.com adalah situs khusus berita fenomena alam unik aneh. Ke-1 tidak membicarakan isu politik, partai dalam negeri secara mendalam. Ingat berita aneh dan unik, ingat Ke-1.com

Pernah dengar racun neurotoksin? Benar, secara etimologi ‘neuro’ dan ‘toksin’ berarti racun pelemah syaraf. Maklum lama ga nonton kartun full episod dari awal hingga akhir, KE-1dotCOM ingat karakter kartun tahun 2000-an yang menggunakan neurotoksin saat tarung. Dialah Kuroro Lucifer, pimpinan Gene Ryodan alias Geng Laba-laba dalam Hunter-X-Hunter.

Setelah menumbangkan lawan sebelumnya dengan Indoor Fish, ikan yang memakan daging lawan tanpa lawannya menderita rasa sakit. Di ruang yang sama Silva dan Zeno Zoldyck, pembunuh bayaran menemuinya. Seketika kuroro menyiapkan stainless hunter knive pisau berburu anti karat dengan racun neurotoksin yang sejak awal sudah dilekatkan di ujung pisau.


Kuroro, Silva dan Zeno mulai tarung dengan gerakan cepat. Walau bagaimanapun Silva berbadan bongsor terjangkau cabikan pisau oleh Kuroro, neurotoksin masuk ke tubuh dengan sendirinya. Zeno, “Apa kau baik-baik saja?” “Tidak ada masalah”, Silva. Kuroro, “tidak ada masalah? Dengan 0,1 miligram saja racun itu bisa melumpuhkan (ikan) paus” lalu membuang pisau yang tidak efektif dipakai lagi karena sudah tidak beracun. Silva memencet lukanya, racun keluar seluruhnya dengan muncrat bersama sedikit darahnya lalu dia ikat pergelangan tangan dengan rambutnya yang dialiri nen.

SP0NS0R:

Neurotoksin adalah zat kimia yang mempengaruhi jaringan saraf, ada yang berupa senjata alami mematikan yang akan melanggar setiap Konvensi Jenewa karena penggunaan neurotoksi adalah pelanggaran perjanjian. Tidak selalu pemangsa lebih mematikan bagi mangsanya, bahkan ada hewan menggunakan racun alami yang diproduksi tubuhnya untuk membunuh pemangsa. Hati-hati, binatang asing yang tidak biasa kita temukan harian bisa berbisa. Setiap neurotoxin, memiliki nama ilmiah yang sulit dihapal, sebagai gantinya ditulis efek utamanya.

10. Laba-laba jaring corong Sydney
Kebanyakan neurotoksin bekerja mematikan sistem saraf dengan cara tertentu, tetapi atracotoksin dalam racun laba-laba ini bekerja sebaliknya. Ketika racun masuk tubuh korban, itu meningkatkan tekanan darah, akhirnya menyebabkan jutaan kantung udara di paru-paru meledak (edema paru). Atracotoxin tidak berbahaya bagi hampir semua jenis mamalia, tetapi mematikan bagi primata. Dari seluruh spesis laba-laba yang telah ditemukan ternyata hanya ini yang racunnya mengandung neurotoxin khusus primata : monyet, gorila, simpanse termasuk manusia

laba-laba jaring corong sydney
laba-laba jaring corong sydney

Laba-laba ini ditemukan di Sydney, Australia. Itu dianggap laba-laba paling berbahaya di dunia karena racunnya (yang sebenarnya merupakan campuran bahan kimia dan neurotoksin) dapat membunuh manusia hanya dalam 15 menit. Sebuah argumen yang menyebut Australia menjadi “Tempat di mana kamu mungkin akan mati.”

9. Kala Jengking Hitam Ekor Gemuk
Ditemukan di Spiking Scorpion Afrika Selatan
Dortoxin ditemukan dalam racun kalajengking Afrika Selatan penyebabkan kematian yang tidak menyenangkan. Ketika peneliti menguji toksin pada tikus, tikus kejang, tremor, dan hiperaktivitas yang tidak berakhir sampai 30 detik kemudian tikus mati, singkat dan mengenaskan ‘kan! Bagian yang paling menakutkan adalah hanya butuh 20 nanogram (satu per satu milyar gram) untuk membunuh seekor tikus bermassa 20 gram.

Bahaya! kalajengking ekor gemuk bukan hanya menyalurkan racun dengan injeksi, tetapi juga dengan meludah (menyemprot racun), sebenarnya memiliki tiga racun yang sangat berbeda, tetapi yang membuatnya mengerikan adalah kalajengking menyalurkan kandungan racun sesukanya. Sehingga disebut juga kalajengking meludah (racun). Pertama-tama dia akan menembakkan sejumlah kecil racun pada targetnya sebelum menyengat dengan ekornya.

kalajengking ludah racun
kalajengking ludah racun

Para peneliti percaya dia berupaya menghemat racun yang lebih kuat, yang membutuhkan lebih banyak energi untuk diproduksi. “Prevenom” ini terdiri dari campuran racun yang berbeda dan beregenerasi lebih cepat dan dapat secara efektif menakut-nakuti pemangsa atau hanya membunuh hewan kecil (sepantaran), tanpa perlu mengeluarkan senjata besar kecuali itu benar-benar diperlukan.

8. Kodok Bangkong Bufo Toads
Racun Bufo toad mengandung 5-MeO-DMT, zat psikoaktif yang mirip dengan psilocybin dan mescaline. Orang yang kemasukan racun ini melalui kontak kulit dengannya mengalami “perasaan ditunggangi gajah”.
Bufotoxin disekresikan melalui kelenjar di punggung kodok Bufo. Tidak seperti neurotoksin yang membunuh korban, bufotoxin memiliki hasil yang jauh lebih baik yaitu membiarkan korbannya hidup dengan ingatan bahwa ia harus menjauhi katak jenis itu. “Camkan baik-baik jangan ganggu-ganggu aku lagi”.

kodok bangkong bufo toads
kodok bangkong bufo toads

Kamu mungkin hanya bermaksud menyentuh bukan memakannya, pemangsanya benar-benar sial memakan sepenuhnya.

7. Ulat Lonomia Obliqua, Pendarahan Otak
Hasil studi tentang ulat Lonomia Obliqua hanya sedikit dan jarang, karena itu tidak terlalu menjadi masalah sampai sekitar 20 tahun yang lalu, sejak itu dilaporkan ada lebih dari 500 kematian.. Sebagai perbandingan, laba-laba jaringan corong Sydney yang disebut pertama sebagai “laba-laba paling berbahaya di dunia,” hanya menyebabkan 13 kematian dalam 100 tahun terakhir.

ulat bulu lomonia
ulat bulu lomonia

Para peneliti masih bekerja untuk menyebutkan nama neurotoksin yang ada dalam racun unik ulat Lonomia, tetapi mereka sudah menyadari dampaknya: Seorang wanita yang disengat ulat meninggal karena pendarahan intra-otak dengan kata lain tengkoraknya penuh dengan darah. Dari kasus ini para ilmuwan percaya bahwa racun menyerang protein dalam sel darah yang biasanya memungkinkan darah menggumpal (yang sebenarnya membuatnya menjadi hemotoxin, bukan neurotoxin). Darah kemudian kehilangan kemampuannya untuk menggumpal (membeku di titik luka), menyebabkan darah berkumpul di dekat luka, mengakibatkan memar besar yang perlahan menyebar ke seluruh tubuh seperti gangren. Dengan kata lain, ia membunuh dengan mengisi tubuh Anda dengan darah yang akhirnya memberi terlalu banyak tekanan pada sesuatu yang penting., misalnya otak.

SP0NS0R: dompet kulit asli di bawah Rp99K
Top 10 dompet kulit asli

6. Laba-laba pengembara Brazil

laba-laba pengembara brazil
laba-laba pengembara brazil

Salah satu komponen utama dari racun laba-laba pengembara Brasil adalah neurotoxin yang disebut PhTx3. PhTx3 dapat memberi Anda ereksi yang begitu kuat sehingga kamu yang pria tidak bisa mengendalikan kondidi yang disebut priapisme, ga tau deh sampai penderitanya mati kali. Belum tau juga apa yang terjadi jika wanita disengat dialiri racunnya. Selain gemuk yang tidak menyenangkan, PhTx3 menargetkan saluran kalsium dalam sinaps saraf dengan efek menyebabkan kontrol otot tak sadar, terutama di sekitar sistem pernapasan, yang mengarah ke asfiksia dengan mencegah diafragma berkontraksi. Pokoknya korban mati lemas setalah tegang maksimal.

5. Siput Kerucut (Cone Snail)
“Dasar kau keong racun, baru kenal eh ngajak tidur! Tak punya sopan santu, kamu kira ku ayam kampung.”
Gak semua siput bisa dimakan ternyata. Awas terjebak! Ketika Anda memikirkan hewan yang dapat menyebabkan kematian yang mengerikan, siput biasanya tidak membuatnya jauh di atas daftar. Siput kerucutpunya racun sarap neurotoksin dinamakan conotoxins termasuk racun yang paling kuat di dunia. Alasannya adalah siput kerucut adalah pemburu akuatik di lautan. Siput kerucut menembakkan tombak menancap di mangsa supaya lumpuh, itulah biasanya menyebabkan sengatan pada orang-orang yang ingin tahu yang mengambil cangkang.

siput kerucut cone snail
siput kerucut cone snail

Tingkat keparahan sengatannya tergantung pada spesies siput kerucut. Ukuran lebih kecil mungkin terasa seperti sengat lebah, namun yang lebih besar, seperti siput kerucut geografis dapat membunumu. Uniknya 500 atau lebih spesies siput kerucut dapat memiliki kombinasi unik hingga 100 racun yang berbeda. Jika dikalikan ada sekitar 50.000 racun dari setiap individu seputar kuluarga keong racun. Konyol! Ada di antara mereka racun, individu lain mengandung penawar racun.

4. Katak Biru Pemanah Racun, Serangan Jantung
Kamu bisa mati setelah hanya menyentuh mereka.
Berbeda dengan hewan beracun neurotoksi lain, hewan lain makan-makanan baik tapi dari baik dihasilkan yang buruk yaitu racun dalam tubuh, mekanismenya seperti pabrik, bahan mentah dibawa untuk menghasilkan produk tertentu yaitu racun. Pada katak panah beracun, toksin sudah ada dari makanannya. Mekanismenya seperti mulut kita makan lalu tubuh kita menyimpan protein, asam amino, dan lemak. Racun katak ini dinamakan batrachotoxin.

katak biru pemanah racun
katak biru pemanah racun

Ini dibuktikan oleh racun katak panah di penangkaran tidak sama berbahaya (kebun binatang, bukan habitat asli) karena perubahan bahan makanan mereka membuat rancunnya ga jitu. Namun ketika katak tawanan atau bayi katak yang lahir di penangkaran dilepas ke alam liar, mereka akan kembali memproduksi batrachotoxin secara sempurna. Seekor katak panah racun liar dewasa tubuhnya dapat mengandung 1.100 ug racun, hanya butuh 130 (1/9) untuk membunuh manusia dewasa. Racun bekerja pada reseptor asetilkolin yang akhirnya menyebabkan serangan jantung.

3. Jellyfish Irukandji (Ubur-ubur)
Jellyfish Irukandji, atau ubur-ubur kotak adalah salah satu makhluk paling mematikan di lautan, sudah 70 kematian karenanya dilaporkan. Padahal ukurannya sangat kecil kurang dari 1/4 inci lebarnya. Ia hidup di lepas pantai Australia, kalian bisa jarang melihat mereka di alam liar. Bahkan orang-orang yang tersengat jarang tahu apa yang menimpa mereka sampai paramedis memberi tahu mereka nanti.

Satu sengatan dari ubur-ubur ini (sekecil kuku jempolmu) dapat melemahkan seorang pria dewasa. Seperti siput kerucut, mungkin kehidupan laut lebih keras sehingga hanya dihuni makhluk-makhluk kejam, membunuh dengan racun bukan taring. Itulah alasannya ular laut dengan perut kuning lebih berbisa daripada sepupu daratnya ular welang.

ubur-ubur mungil
ubur-ubur mungil

Manusia melewati berbagai gejala yang tidak menyenangkan sebelum mereka mati, kram otot yang luar biasa, sakit parah di punggung dan ginjal, sensasi terbakar pada tangan dan wajah, sakit kepala, mual, gelisah, berkeringat, muntah, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta perasaan akan datangnya ajal.

2. Hooded Pitohui, Burung Beracun

burung hooded pitohui
burung hooded pitohui

Ada burung beracun? Pitohui berkerudung adalah burung beracun pertama yang ditemukan. Seperti katak pemanah racun, hooded pitohui menyimpan racun dari makanannya. Jadi racunnya termasuk batrachotoxin. Dia banyak hidup di Papua Nugini. keluarga batrachotoxin (yang sangat langka) dari neurotoksin.

SP0NS0R:
Top 10 camilan yang kamu cari selama ini.

1. Ikan buntal, Nyonya Puff guru mengemudi Spongebob Squarepants

ikan buntal fugu fish
ikan buntal fugu fish

Ikan buntal ini cukup terkenal dikalangan pecinta kuliner hasil laut, juga kecenderungannya menggelembung menguatkan duri sekujur tubuh ke segala arah pertanda bahaya. Ada racun bernama tetrodotoksin di dalamnya, neurotoksin yang 100 kali lebih mematikan daripada potasium sianida (kasus kopi sianida), ditemukan pada gurita cincin biru, dan seluruh keluarga siput laut. Itu karena tetrodotoxin sebenarnya diproduksi oleh bakteri (pekerja pro) yang bersimbiosis mutualisme (kontrak bisnis) dengan ikan buntal.

Tags:
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.