10 Alasan Apakah Manusia Bisa Pindah dan Hidup di Mars?

Selama bertahun-tahun kita mendengar para negara maju bukan hanya sekedar negara berkembang, mereka memamerkan berlomba melakukan perjalanan keluar angkasa dengan usaha pertama yang paling sering kita dengar adalah upaya pendaratan di bulan. Sebenarnya harapan terbesar dari para ilmuwan adalah memindahkan sebagian besar manusia baik yang cerdas maupun yang dianggap kurang berguna dari Bumi ke planet atau bulan manapun yang mendukung kelangsungan hidup kita dibandingkan cara yang tidak manusiawi untuk mengurangi lebih dari sebagian populasi manusia dengan membunuh manusia yang tidak berguna di bumi menurut ambisi para Invisible Hand Of New World Order.

planet Mars
planet Mars

Sayangnya, para ilmuwan dari seluruh negara hingga hari ini tidak mampu membuat sistem lingkungan yang memungkinkan kelangsungan hidup manusia, malah hanya berupaya mencari planet apa yang seperti bumi alias terima apa adanya. Mars adalah planet merah, dingin, sejauh 54,6 juta kilometer dari rumah setara 182 kali perjalanan ke bulan atau akan menghabiskan 6 bulan perjalanan dengan pesawat angkasa super cepat. Berikut 10 alasan mengapa manusia perlu pindah ke Mars.

10. Itu Tantangan
Jangan salah, mencapai Mars mungkin merupakan tantangan terbesar yang belum pernah dihadapi manusia. Sebagian besar dari kita mungkin tidak dapat memahami serangkaian teknis yang diperlukan untuk mencapai benda galaksi luar bumi lainnya. Tapi tahukah kalian apa yang sebelumnya tampak sebagai tantangan yang mustahil? (1). Membuat bangunan permanen di Antartika, (2). Berada di puncak Everest, (3). Penjelajahan laut untuk mengetahui ujung bumi yang pernah menjadi misteri yang mengerikan atau berbahaya. (4). Pencarian dunia baru untuk ditempati seperti penjelajah dari Eropa yang menemukan benua Amerika.

Mendaki Everest Himalaya
Mendaki Everest Himalaya

Satu selain disebutkan tadi, jika kita tidak mencoba tantangan, kita mungkin masih tinggal di gua. Ucapkan selamat untuk di antara kita karena kita mencoba tantangan untuk menjelajah ke hutan yang dipenuhi harimau, ular besar. Di antara mereka yang mencoba tantangan, melakukan hal-hal bodoh, seperti mendaki gunung yang kita tahu dapat dengan mudah membunuh mereka, hanya untuk mengatakan mereka berhasil mencapai puncak. Sekelompok manusia bahkan membangun peradaban di tempat-tempat yang mengerikan seperti Greenland dan Sahara.

9. Persaingan Antar Negara (dan perusahaan)
Mendarat di Bulan, bisa dibilang, adalah salah satu pemborosan uang terbesar dalam sejarah AS. Seluruh program Apollo berharga setara dengan USD110 miliar, jumlah yang tidak termasuk program Mercury dan Gemini sebelumnya yang diperlukan untuk menyiapkan NASA untuk Apollo. Dan apa yang Amerika dapatkan darinya? AS mendapatkan sesuatu yang tidak berwujud dari Neil Armstrong yang menginjak permukaan bulan yaitu rasa gengsi, kebanggaan nasional. Satu-satunya alasan pria menginjakkan kaki di Bulan adalah karena orang Amerika takut Rusia akan tiba di sana lebih dulu. Cina telah menyatakan ingin ke Mars pada dekade berikutnya. NASA menginginkan seorang pria menginjakkan kaki di Mars pada 2030. India mengirim satelit dan probe.

8. Kami Sudah Memiliki Teknologi untuk Sampai Di Mars Dengan Aman
Salah satu batu sandungan besar untuk misi Mars, Mars berjarak terdekat sejauh 182 kali perjalanan dari Bumi ke Bulan. Perjalanan ke sana akan membutuhkan penerbangan selama lebih dari enam bulan nonstop. Ada sinar kosmik untuk diatasi. Masalah pendaratan di planet dengan gravitasi dan kondisi atmosfer sangat berbeda dengan Bumi. Banyak yang menyebut gagasan itu “tidak mungkin” (setidaknya, tanpa membiarkan mati semua astronot). SpaceX telah menerbangkan muatan untuk NASA ke ISS. Sebagai bagian dari setiap misi, mereka dengan santai menguji beberapa teknologi pendaratan ke Mars dengan analogi, mereka telah melakukannya sampai jarak 40 kilometer hingga 70 kilometer di atas permukaan Bumi, di mana atmosfer kita serupa kondisi di Mars dengan sempurna. Dan mereka berhasil berkali-kali. Bahan-bahan untuk pendaratan ke Mars yang sukses pada dasarnya sudah ada di sana. Bagaimana dengan sinar kosmis yang berbahaya? NASA sudah memiliki teknologi untuk menghilangkan sekitar 33% dari risiko yang mereka perhitungkan,

Astronot Cosmonot
Astronot Cosmonot

7. Kami Sudah Memiliki Teknologi untuk Membuat Mars dapat dihuni
Kutipan ini berasal dari para ahli kedirgantaraan Chistopher McKay dan Robert Zubrin. Dalam sebuah makalah, keduanya menulis: “modifikasi drastis dari Mars kondisi dapat dicapai dengan menggunakan teknologi abad 21. ” Kami telah menyoroti bagian terakhir itu, karena itu yang penting. Apa yang McKay dan Zubrin katakan adalah bahwa sangat mungkin bagi umat manusia untuk memulai terraforming Mars, menggunakan teknologi yang kita miliki saat ini. Seperti halnya manusia yang berhasil mengubah permukaan bumi yang awalnya sepenuhnya asing.

Apakah kalian sudah membaca Sci-Fi, terraforming? Menyesuaikan planet supaya mirip Bumi agar layak huni bagi manusia. Di Mars, itu kita dapat memicu efek gas rumah kaca yang disengaja yang akan mencairkan es di kutubnya, melepaskan beban CO2, membuat atmosfer lebih padat, dan menjebak lebih banyak panas dan energi dari matahari. Lalu kita punya air cair dan bisa mulai menanam; sedikit lumut pada awalnya, tapi kemudian tanaman, bunga, dan bahkan pepohonan. Pepohonan berdaun hijau menyintesis oksigen dan zat gula dari CO2 dan air. Hasil akhirnya adalah planet yang tampak seperti Bumi, cukup hangat untuk tidak membunuh kita dan dengan tekanan yang dapat ditahan. Penantian beberapa abad setelah terraforming sampai Mars bisa memiliki atmosfir serupa Bumi.

6. Kita Sudah Tahu Ada Air di Mars
Air adalah bahan utama yang manusia butuhkan untuk hidup. Untungnya, Mars memiliki banyak sekali es beku air murni (H20), hanya menunggu untuk dicairkan oleh panas matahari yang dijebak dengan efek gas rumah kaca tadi, disaring dan digunakan untuk kehipupan koloni manusia. Kami tidak melebih-lebihkan. NASA telah menemukan satu endapan es yang mengandung banyak air seperti seluruh Danau Superior. Itu ada di daerah yang dikenal sebagai Utopia, karena akan mudah untuk mendaratkan sebuah pesawat di sana kemudian menelusuri dan mengambil air. Jika Anda mencairkan semua es di Mars, Anda akan memiliki cukup banyak cairan untuk menenggelamkan seluruh planet Mars sedalam 30 kaki. Ini berarti Anda tidak perlu mengangkut air dari Bumi, sesuatu yang sangat tidak praktis sehingga tidak memungkinkan secara efektif. Ini juga berarti kita dapat mempertahankan bukan hanya ekspedisi, tetapi juga seluruh koloni. Bahkan jika kita mencapai waktu di mana ada sejuta orang atau lebih yang tinggal di Mars, kita dapat beristirahat dengan selamat mengetahui bahwa persediaan air tidak akan pernah habis.

Permukaan Mars tiruan di bumi
Permukaan Mars tiruan di bumi

5. Mars Mungkin Memiliki Mineral yang Kita Butuhkan
Pembangunan kota di planet lain yang dapat dihuni membutuhkan jumlah bahan konstruksi yang melimpah. Jumlah uang yang sangat banyak untuk membeli material apalagi ongkirnya, jika mengirim itu dari Bumi. Tapi harapan kita, Mars memiliki mineral yang kita butuhkan untuk mulai membangun hunian kita. Namun, NASA belum memiliki banyak data geologis seluruh Mars. Namun, mereka telah mengidentifikasi daerah-daerah di mana probabilitas deposit mineral cukup tinggi. Nikel, tembaga, platinum, titanium, besi dan silikon dioksida semuanya mungkin ada di Mars, bersama dengan tanah liat untuk membuat porselen dan tembikar. Adapun teknologi untuk mengekstraknya dasar-dasarnya sudah ada. Kita bisa menggunakan bakteri untuk menambang atau kita bisa mengembangkan robot untuk melakukan penggalian barang tambang.

4. Ide Memiliki Punggung Besar
Setiap skema besar membutuhkan pendukung visionernya. Columbus adalah visioner dari Amerika. Genghis Khan adalah visioner Kekaisaran Mongol. Tanpa JFK, Neil Armstrong tidak mencapai Bulan. Kita sudah memiliki visioner Mars kita bahkan lebih dari satu. Elon Musk telah menjadi kunci untuk mendorong eksplorasi ruang angkas. Melalui perusahaannya, SpaceX, ia membuat lompatan dalam teknologi untuk mewujudkan koloni manusia di Mars. Tapi dia bukan satu-satunya. Pendiri Amazon Jeff Bezos juga bertekad untuk membawa jutaan manusia ke luar angkasa dan tinggal di planet lain. Seperti Musk, ia memiliki uang dan teknologi melalui perusahaan anakkan, Blue Origin. Lalu ada sinyal dukungan. Pada Maret 2017, Presiden Trump menandatangani RUU yang menambahkan penjelajahan berawak Mars sebagai misi resmi NASA. Terakhir kali umat manusia memandang ini serius yaitu eksplorasi ruang angkasa, Neil Armstrong berjalan di Bulan.

3. Ini Akan Mendorong Perubahan Teknologi di Bumi
Satu keberatan yang sering diangkat ketika berbicara tentang Mars adalah bahwa kita harus fokus pada penyelesaian masalah di Bumi ini terlebih dahulu. Dengan pergi ke Mars, kita akan meningkatkan kehidupan bagi miliaran orang di Bumi? Ketika Hubble diluncurkan pertama kali, ada kesalahan pada lensanya yang berarti gambar kembali menjadi buram. Selama 3 tahun, para ilmuwan NASA terjebak mencoba menguraikan foto luar angkasa yang tampak seperti makan malam anjing yang dimuntahkan. Jadi mereka mengembangkan suatu algoritma untuk mendeteksi gambar dalam kekacauan. Algoritma yang sangat bagus sehingga akhirnya bisa juga dipakai untuk mendeteksi kanker payudara tahap awal dari gambar X-ray.

Perlu beberapa contoh lagi? Baik. Teknologi NASA telah membuat “Crystal-X” yang terkenal, pembersih vakum portabel, perlengkapan pemadam kebakaran modern, hingga ban beralur dan jalan yang menurunkan jumlah kecelakaan mobil. Tungkai buatan telah meningkat secara drastis dengan teknologi Nasa, seperti halnya pompa insulin. Itu hanya dari berputar-putar di orbit planet kita.

2. Kepunahan Manusia
Ada kemungkinan meteor menghujani bumi kapan saja dan memusnahkan manusia, kekhawatiran mulai merayap. Sejauh yang kita tahu, kita manusia adalah satu-satunya makhluk hidup cerdas di alam semesta. Jadi bukankah sebaiknya kita memikirkan untuk menyebar, sebelum hujan meteor benar-benar terjadi. Itulah argumen yang dikemukakan Elon Musk, mengapa kita perlu menduduki Mars. Terbukti SpaceX bersiap-siap untuk mengirim pesawat berawak ke Mars pada 2022, untuk alasan ini. Singkatnya, jika hujan meteor benar terjadi sewakktu-waktu di bumu, sudah ada backup manusia yang telah di planet lain.

hujan meteor
hujan meteor

1. Adakah Keterangan Di Dalam Ilmu Agama?
Keterangan tentang perjalanan keluar dari hamparan bumi ini ke hamparan lain belum pernah kita temukan atau tidak berhasil ditemukan oleh para ulama baik sumber AlQuran, hadist shahih, hasan maupun tingkatan dhaif. Jadi itulah alasan negara yang dikendarai oleh parlemen, kabinet, birokrasi yang terdiri dari orang-orang muslim yang memegang jabatan penting mereka tidak ikut andil dalam perlombaan. Mengingat pemborosan uang untuk itu, ada teknologi lain yang hemat dan ramah lingkungan, tidak mesti tekno baru, menjiplak teknologi yang sudah ada itu lebih baik untuk pemerataan kesejahteraan manusia yang masih hidup di bumi seluruhnya. Mau pindah ke Mars? Mimpi!

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.